TANGERANG || sinargunung.com — Keluhan serius datang dari pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PDAM TKR) Kabupaten Tangerang. Seorang pelanggan mengaku tagihan airnya melonjak tajam setiap bulan sepanjang awal 2026, tanpa penjelasan yang jelas dari pihak perusahaan.
Pelanggan berinisial “Lois” (nama samaran), warga Perumahan Kutabumi 6 Blok M3, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Lois mengaku tagihan air PDAM TKR yang ia terima mengalami kenaikan signifikan dari bulan ke bulan, bahkan mencapai lebih dari tiga kali lipat dalam waktu singkat. 18/04/2026
Kenaikan terjadi bertahap sejak Januari hingga Maret 2026.
Perumahan Kutabumi , wilayah Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Menurut Lois, lonjakan tagihan dinilai tidak wajar dan tidak sebanding dengan pemakaian air sehari-hari di rumahnya yang hanya dihuni empat orang.
Lois merinci, pada Januari 2026 ia menerima tagihan sebesar Rp400.000. Meski merasa cukup tinggi, ia tetap membayar karena mengira ada penyesuaian tarif. Namun pada Februari, tagihan kembali naik menjadi Rp700.000.
Puncaknya terjadi pada Maret 2026, ketika tagihan melonjak drastis menjadi Rp1.552.500. Kondisi ini membuatnya tidak sanggup lagi membayar.
“Bulan Januari Rp400 ribu, saya pikir mungkin ada kenaikan. Februari naik lagi jadi Rp700 ribu, masih saya bayar walaupun berat. Tapi Maret tiba-tiba jadi Rp1,5 juta lebih, itu sudah tidak masuk akal,” ujar Lois.
Ia menegaskan, tidak ada indikasi kebocoran instalasi di rumahnya. Menurutnya, meteran air juga hanya bergerak saat digunakan.
“Kalau ada kebocoran kan meteran jalan terus. Ini tidak, normal saja. Kami juga hanya empat orang, pemakaian tidak berlebihan,” tambahnya.
Lonjakan tagihan ini memunculkan dugaan adanya kesalahan pencatatan meter, sistem penagihan yang tidak transparan, atau bahkan praktik yang merugikan pelanggan.
Upaya konfirmasi kepada pihak humas PDAM TKR melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Kondisi ini menambah daftar keluhan masyarakat terhadap layanan air bersih di Kabupaten Tangerang. Pelanggan berharap ada audit menyeluruh terhadap sistem pencatatan dan penagihan, serta transparansi dari PDAM TKR agar tidak merugikan masyarakat.
Jika tidak segera dijelaskan, kasus ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap layanan air daerah yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat. red

