Kemnaker Siapkan 15 Skema Sertifikasi untuk Lulusan MagangHub, Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja

JAKARTA  || sinargunung.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyediakan 15 skema sertifikasi kompetensi bagi lulusan Program Pemagangan Nasional atau MagangHub. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kesiapan peserta memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang kerja lulusan program pemagangan. Melalui sertifikasi tersebut, peserta mendapatkan pengakuan resmi atas kemampuan yang telah dimiliki sesuai standar kebutuhan industri.

“Sertifikasi kompetensi merupakan bukti bahwa peserta memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja sehingga dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar tenaga kerja,” kata Yassierli dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (1/6/2026).

Sebanyak 15 bidang kompetensi disiapkan dalam program ini, mencakup berbagai sektor yang saat ini banyak dibutuhkan perusahaan. Di antaranya pengelolaan administrasi perkantoran, sekretaris junior, pengembang web tingkat dasar, digital marketing, desain grafis, penyusunan laporan keuangan, supervisor sumber daya manusia, pelayanan pelanggan, front office, operator komputer, digital filing, produksi audio visual, analis data, petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga penyusunan laporan keuangan untuk pemula.

BACA JUGA  78 Personel Polres Tangsel Naik Pangkat, Kapolres: Ini Wujud Apresiasi Institusi atas Dedikasi dan Loyalitas Dalam Bertugas

Menurut Yassierli, pilihan skema tersebut disusun berdasarkan kebutuhan riil dunia industri yang terus berkembang, terutama pada sektor digital, administrasi, layanan pelanggan, keuangan, dan keselamatan kerja.

Pelaksanaan sertifikasi nantinya akan dilakukan melalui jaringan lembaga sertifikasi profesi yang berkoordinasi dengan balai pelatihan vokasi milik Kemnaker di berbagai daerah. Untuk memastikan program berjalan optimal, Kemnaker telah melakukan pemetaan kapasitas seluruh balai pelatihan vokasi di Indonesia.

Hasil pemetaan menunjukkan sejumlah balai memiliki kesiapan penuh dalam menyelenggarakan seluruh skema sertifikasi. Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Medan, serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta tercatat mampu melaksanakan 15 skema sertifikasi sekaligus. Sementara BBPVP Bekasi siap menjalankan 11 skema.

Di wilayah lain, BBPVP Bandung, BBPVP Semarang, BPVP Aceh, BPVP Padang, BPVP Samarinda, dan BPVP Kendari masing-masing memiliki kapasitas 10 skema sertifikasi. Sedangkan BPVP Banyuwangi dan BPVP Ternate mampu menyelenggarakan sembilan skema, serta BPVP Bantaeng delapan skema sertifikasi.

BACA JUGA  Kasus Harun Masiku belum Kelar, Ratusan Mahasiswa Kembali Datangi Gedung KPK

Selain itu, BPVP Pangkajene dan Kepulauan serta BPVP Belitung memiliki kapasitas tujuh skema. BBPVP Serang siap menjalankan enam skema, sementara BPVP Lombok Timur, Ambon, dan Sorong masing-masing empat skema. Adapun BPVP Bandung Barat dan BPVP Sidoarjo memiliki kapasitas tiga skema sertifikasi.

Secara nasional, kapasitas penyelenggaraan yang dimiliki seluruh balai pelatihan vokasi Kemnaker mencapai 180 skema sertifikasi kompetensi. Pemerintah berharap program ini dapat memperluas akses sertifikasi bagi lulusan MagangHub sekaligus membantu mencetak tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan siap memenuhi kebutuhan industri di berbagai sektor. red

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *