MUI Karawaci Perkuat Dakwah untuk Wujudkan Masyarakat Berakhlakul Karimah

KOTA TANGERANG || sinargunung.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Karawaci menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Dakwah Bersama dalam Mewujudkan Masyarakat yang Berakhlakul Karimah” ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital.

Muscam dihadiri oleh Camat Karawaci Dr. Achmad Zuldin Syafii, A.P., M.Si., jajaran pengurus MUI Kecamatan Karawaci, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Selain menjadi agenda organisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang musyawarah dalam menyusun arah program kerja MUI agar mampu menjawab perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Camat Karawaci Dr. Achmad Zuldin Syafii menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, menurutnya, dakwah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan menyejukkan.

BACA JUGA  Polres Metro Tangerang Kota Gelar Silaturahmi dan Bukber Bersama Para Da'i Kamtibmas

“Musyawarah ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan. Tantangan dakwah saat ini tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui ruang digital yang dipengaruhi algoritma internet. Karena itu, kita harus mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang positif, bijaksana, dan mudah diterima masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan derasnya arus informasi di media sosial menuntut semua pihak untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Menurutnya, peran ulama sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan, hoaks, maupun paham-paham yang dapat memecah persatuan.

“Ke depan tantangan kita semakin besar. Algoritma di dunia internet sangat memengaruhi cara masyarakat menerima informasi. Oleh karena itu, dakwah harus mampu hadir di ruang digital dengan pendekatan yang santun, mencerdaskan, serta memberikan solusi bagi umat,” katanya.

Achmad Zuldin berharap Muscam MUI Kecamatan Karawaci Tahun 2026 dapat menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi sekaligus melahirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA  Tingkatkan Kompetensi, Ini Suasana Belajar Pagi Ala Bidumas Polda Banten

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya menjadi kunci dalam membangun Kecamatan Karawaci yang religius, harmonis, dan berkarakter.

“Semoga melalui Muscam ini lahir kepengurusan yang amanah, program kerja yang berkualitas, serta semakin memperkuat dakwah dalam membangun masyarakat yang berakhlakul karimah. Hasil musyawarah ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi seluruh warga Kecamatan Karawaci,” tuturnya.

Dengan mengangkat tema penguatan dakwah, Muscam MUI Kecamatan Karawaci 2026 diharapkan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan peran MUI sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan umat. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, MUI diharapkan mampu menghadirkan dakwah yang adaptif, edukatif, dan menjadi penyejuk bagi masyarakat sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah. Adv

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *