IMMALA Jakarta Gelar Seminar Publik Bahas Ancaman Hantavirus dan Peran Mahasiswa dalam Edukasi Masyarakat

JAKARTA || sinargunung.com – Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA) Jakarta menggelar seminar diskusi publik secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema kesiapan mahasiswa dalam menghadapi ancaman hantavirus di tengah masyarakat.

Seminar ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kedaerahan maupun organisasi nasional. Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan akademisi sekaligus praktisi kesehatan masyarakat, Dr Yohanes Soares, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Dr Yohanes menjelaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit yang dapat menular kepada manusia melalui hewan pengerat, terutama tikus. Karena itu, ia menilai kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

“Hantavirus perlu diwaspadai bersama. Pencegahan paling utama dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan dari hewan pengerat,” ujarnya dalam seminar tersebut.

BACA JUGA  Wakapolda Banten Ikuti Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-93 Secara Virtual

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya memahami teori kesehatan masyarakat, tetapi turut aktif memberikan edukasi kepada warga mengenai pola hidup bersih dan sehat. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen edukasi di lingkungan sosial masing-masing.

Beberapa langkah pencegahan yang disampaikan dalam diskusi antara lain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, menyimpan makanan agar tidak mudah dijangkau tikus, serta mengurangi risiko kontak dengan sumber penularan penyakit.

Meski digelar secara virtual, seminar tersebut mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme terlihat dari banyaknya mahasiswa yang aktif mengikuti sesi tanya jawab hingga akhir kegiatan.

Ketua Umum IMMALA Jakarta, Ofrid Seran, mengatakan seminar ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap ancaman penyakit menular yang dapat muncul di masyarakat.

BACA JUGA  Puluhan Anak Ikuti Sunatan Massal Gratis di RSUD Pondok Aren, Sekda Bambang: Sederhana Tapi Berdampak

Menurutnya, kegiatan edukatif seperti ini penting dilakukan agar mahasiswa lebih siap menghadapi isu kesehatan publik dan mampu berkontribusi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Seminar ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga bentuk edukasi agar mahasiswa lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan dan mampu menjadi penggerak hidup sehat di tengah masyarakat,” kata Ofrid.

Melalui kegiatan tersebut, IMMALA Jakarta berharap mahasiswa semakin proaktif dalam melakukan pencegahan penyakit menular sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. red

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *