Yulius Setiarto: Wakil Rakyat Harus Hadir untuk Masyarakat, Bukan Hanya Saat Kampanye

KOTA TANGERANG || sinargunung.com — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto, menegaskan bahwa tugas wakil rakyat tidak boleh berhenti pada janji politik saat pemilu. Menurutnya, anggota dewan harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dan terus menjaga komunikasi dengan warga.

Pernyataan itu disampaikan Yulius saat menghadiri diskusi santai bersama awak media di kawasan Up Town Brew Green Lake, Kota Tangerang, Minggu (17/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Yulius mengatakan ada dua hal penting yang menjadi ukuran keberhasilan seorang wakil rakyat. Pertama, menjalankan tugas dan fungsi di parlemen secara maksimal dengan memperjuangkan kepentingan rakyat dan negara.

“Sebagai anggota DPR RI, kami harus bekerja sesuai fungsi dan komisi masing-masing, menjaga integritas, serta memperjuangkan kepentingan nasional,” kata Yulius.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI, ia mengaku fokus mengawal sejumlah isu strategis seperti pertahanan negara, kebebasan informasi, hingga penguatan demokrasi.

BACA JUGA  Pemkot Tangerang gelar bazar di 13 Kecamatan terkait penyesuaian BBM

Menurutnya, isu-isu tersebut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa sehingga perlu terus diperjuangkan di tingkat parlemen.

Selain menjalankan tugas legislasi, Yulius juga menyoroti pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat. Ia mengakui masih banyak anggapan bahwa anggota dewan hanya muncul ketika mendekati pemilu atau membutuhkan dukungan suara.

Karena itu, ia memilih untuk lebih sering turun langsung menemui masyarakat dalam berbagai kesempatan, termasuk melalui pertemuan informal.

“Saya ingin mematahkan anggapan bahwa anggota DPR hanya datang saat kampanye. Kehadiran langsung dan komunikasi dengan masyarakat itu penting,” ujarnya.

Yulius menilai suasana santai seperti diskusi sambil ngopi justru menjadi cara efektif untuk membangun kedekatan dan menyerap aspirasi warga secara lebih terbuka.

BACA JUGA  DPR Maksimalkan Pembahasan RUU Perampasan Aset

“Kadang obrolan santai justru menghasilkan masukan yang jujur dari masyarakat. Dari situ kita tahu apa yang benar-benar mereka butuhkan,” katanya.

Ia menambahkan, wakil rakyat juga harus mampu membantu masyarakat membuka akses terhadap berbagai kebutuhan dan peluang pembangunan.

Menurut Yulius, kedekatan antara anggota DPR dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

“Yang terpenting masyarakat merasa memiliki wakil yang bisa ditemui, diajak berdiskusi, dan benar-benar hadir untuk mereka,” tegasnya.

Melalui pendekatan tersebut, Yulius berharap hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat tidak lagi terasa berjarak, melainkan lebih terbuka, akrab, dan penuh kepercayaan. red

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *