Hari Bumi 2026: DLH Kota Tangerang Tekankan Aksi Nyata, Warga Jadi Kunci Jaga Lingkungan

KOTA TANGERANG  ||  sinargunung.com — PPeringatan Hari Bumi 2026 tak sekadar seremoni. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menegaskan bahwa kunci menjaga kelestarian lingkungan terletak pada aksi nyata masyarakat.

Mengusung tema “Our Power, Our Planet”, Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menekankan bahwa kekuatan terbesar dalam menjaga bumi ada pada kolaborasi semua pihak.

“Pelestarian lingkungan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif masyarakat dan dukungan sektor swasta sangat menentukan,” ujarnya.

Isu lingkungan saat ini dinilai semakin mendesak. Mulai dari perubahan iklim, pencemaran udara dan air, hingga lonjakan volume sampah—terutama plastik—menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Menjawab hal tersebut, Pemkot Tangerang terus menggencarkan berbagai program berbasis aksi lapangan, bukan sekadar kampanye.

Beberapa langkah konkret yang dilakukan antara lain:

* Kerja bakti massal dan aksi bersih lingkungan di permukiman, sekolah, pasar, hingga bantaran Sungai Cisadane
* Penguatan pengelolaan sampah melalui edukasi pemilahan, daur ulang, dan pengembangan bank sampah berbasis 3R
* Program penghijauan melalui penanaman pohon serta kampanye konservasi air
* Edukasi berkelanjutan lewat sekolah Adiwiyata dan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
* Kampanye pengurangan plastik melalui gerakan publik dan kegiatan kreatif lingkungan
* Program berbasis masyarakat seperti Kampung Iklim (Proklim) dan lomba kebersihan
* Peningkatan layanan kebersihan dengan melibatkan partisipasi aktif warga

BACA JUGA  Menjelang Hari Bhayangkara ke-79, Kapolres Metro Tangerang Kota Serahkan Bantuan Kursi Roda dan Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu di Tangerang

Salah satu contoh nyata yang terus didorong adalah **gerakan sedekah sampah melalui bank sampah** di berbagai wilayah Kota Tangerang. Dalam program ini, warga memilah sampah rumah tangga seperti plastik, kertas, dan logam untuk kemudian disetorkan ke bank sampah.

Sampah yang disetorkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk “sedekah” karena hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial atau membantu operasional lingkungan setempat. Selain itu, program ini efektif mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Lebih dari itu, gerakan ini juga membangun kebiasaan masyarakat dalam menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Warga didorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai guna.

BACA JUGA  Diduga Gagal Melakukan Komunikasi Kepada OPD dan Pegawai Peserta Seleksi PPPK, Ukon Furkon Sukanda Akademisi Ilmu Komunikasi Unis Minta Copot Kepala BKSDM Kota Tangerang 

DLH menilai, keberhasilan program lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat secara langsung. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga menjadi kunci menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Momentum Hari Bumi pun dimanfaatkan untuk mendorong perubahan perilaku dari hal-hal sederhana yang berdampak besar, seperti mengurangi sampah, menghemat energi, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Tema “Our Power, Our Planet” menjadi pengingat bahwa masa depan bumi tidak ditentukan oleh satu pihak, melainkan oleh aksi bersama yang dilakukan secara konsisten.

Kota Tangerang menjadi salah satu contoh bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari tingkat lokal—ketika masyarakat tidak hanya sadar, tetapi juga bergerak. Adv

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan