TANGERANG || sinargunung.com – Pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bojong Nangka (Bonang), Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, mulai memanas menjelang berakhirnya masa kepengurusan periode 2023-2026 pada Juni mendatang.
Pemilihan ketua baru dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei 2026. Sejumlah nama mulai mencuat, termasuk petahana Abdulah Ahmad Bawazir atau yang akrab disapa Bang Uwo, yang kembali maju untuk periode ketiga.
LPM sendiri merupakan lembaga mitra pemerintah kelurahan yang memiliki peran penting dalam menyerap aspirasi masyarakat, menyusun program pembangunan, hingga mengawal hasil musyawarah warga agar dapat direalisasikan pemerintah daerah.
Kelurahan Bojong Nangka memiliki luas wilayah sekitar 618 hektare dengan jumlah penduduk mencapai hampir 50 ribu jiwa, terdiri dari 232 RT dan 35 RW. Dengan jumlah wilayah dan kebutuhan pembangunan yang cukup besar, posisi Ketua LPM dinilai strategis dalam menjembatani kepentingan warga dengan pemerintah.
Dalam keterangannya, Abdulah mengaku selama memimpin LPM dirinya aktif memperjuangkan usulan pembangunan dari masyarakat. Menurutnya, setiap musrenbang kelurahan rata-rata menghasilkan sekitar 60 proposal pembangunan dari 35 RW, namun hanya sebagian kecil yang bisa diakomodasi pemerintah kecamatan karena keterbatasan anggaran.
“Proposal yang belum terakomodasi biasanya kami coba perjuangkan melalui anggota dewan maupun dinas terkait,” ujarnya saat ditemui di kantor LPM Bonang.
Ia juga mengklaim telah mengajukan proposal normalisasi saluran air lintas RW senilai Rp500 juta ke Dinas PUPR Kabupaten Tangerang dan berharap proyek tersebut dapat direalisasikan pada anggaran 2027.
Meski begitu, menjelang pemilihan ulang, sejumlah kritik terhadap kepemimpinan Abdulah mulai muncul dari beberapa Ketua RW yang memiliki hak suara dalam pemilihan Ketua LPM.
Ketua RW 020, Saiful Akbar, mengaku beberapa usulan warganya belum mendapat perhatian maksimal saat musrenbang kelurahan.
Menurutnya, proposal pembangunan saluran air U-Ditch dan penerangan jalan umum di wilayahnya tidak diperjuangkan dengan baik.
“Padahal wilayah kami termasuk jalan utama dan rawan genangan saat hujan. Akhirnya penerangan jalan kami bangun secara swadaya bersama warga,” kata Saiful.
Hal senada disampaikan Ketua RW 34, Fadli Izan. Ia menilai komunikasi antarwilayah cukup baik, namun sempat menerima keluhan warga terkait proyek sodetan saluran air yang disebut menyebabkan genangan di lingkungannya.
“Saat proyek berjalan kami tidak diajak komunikasi. Warga mengeluh air malah mengarah ke lingkungan kami,” ujarnya.
Di sisi lain, ada pula Ketua RW yang menilai Abdulah cukup aktif turun langsung memantau kondisi wilayah. Ketua RW 07 Kampung Bambu, Guntur, mengatakan petahana dikenal rajin dan responsif terhadap kondisi lingkungan.
Sementara itu, dinamika politik internal menjelang pemilihan semakin menarik setelah muncul kabar adanya kandidat lain yang disebut mendapat dukungan mayoritas RW. Sosok tersebut merupakan tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua RW yang dinilai berhasil saat memimpin wilayahnya.
Sejumlah Ketua RW bahkan mengklaim sekitar 24 suara mendukung kandidat penantang. Namun di sisi lain, Abdulah juga menyebut telah mengantongi dukungan dari 22 RW.
Dengan total 35 RW sebagai pemilik hak suara, persaingan perebutan kursi Ketua LPM Bonang diperkirakan berlangsung ketat.
Menanggapi dinamika tersebut, Elpine Palestine berharap siapa pun yang terpilih nantinya dapat menjadi mitra strategis pemerintah kelurahan dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan masyarakat.
“Siapa pun yang terpilih nanti, semoga dapat membangun komunikasi yang baik demi kemajuan Kelurahan Bojong Nangka,” ujarnya.
Tokoh masyarakat yang disebut-sebut menjadi penantang kuat Abdulah belum memberikan tanggapan resmi. Saat dihubungi melalui pesan singkat, ia mengaku masih memiliki kegiatan lain dan akan memberikan jawaban di lain waktu.
Pemilihan Ketua LPM Bonang kali ini dinilai bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum menentukan arah pembangunan dan pemerataan aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan untuk tiga tahun ke depan. red
