Cegah Kekerasan pada Anak, DP3AP2KB Kota Tangerang Lakukan Parenting Kesehatan Mental Pekerja sebagai Orang Tua

Sinargunung.com, Kota Tanggerang | Berupaya menekan kasus kekerasan orang tua pada anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang masif melakukan Parenting Menjaga Kesehatan Mental Pekerja sebagai Orang Tua.

 

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Wilopo Tetuko Sigit mengatakan, kali ini kegiatan berlangsung di dengan para pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Tangerang, dengan tema Kesehatan Mental Pekerja sebagai Orang Tua, yang diikuti puluhan peserta yang merupakan seorang ayah atau ibu yang juga berkesibukan sebagai seorang pekerja.

BACA JUGA  Perbasi Cup Kota Tangerang tahun 2023 Resmi di Buka Diikuti 82 Tim Yang akan Bertanding

 

“Ini merupakan langkah nyata dalam memberikan pemahaman kepada para pekerja agar mampu menjaga keseimbangan antara peran sebagai pekerja dan tanggug jawab sebagai orang tua. Kesehatan mental merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja dan keharmonisan keluarga,” papar Wilopo, Senin (30/9/24).

 

Maka, dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pengelolaan stress, strategi menjaga kesehatan mental, serta cara membangun komunikasi yang efektif dengan anak, di tengah kesibukan sebagai pekerja.

 

“Karena memang, tekanan pekerjaan dapat mempengaruhi kesehatan psikis dan dinamika keluarga jika tidak dikelola dengan baik. Di sini, para pekerja diajak untuk dapat lebih bijak dalam mengelola tuntutan pekerjaan sekaligus memberikan perhatian optimal kepada keluarga,” tuturnya.

BACA JUGA  Cegah Banjir, DPUPR Kota Tangerang Masif Lakukan Normalisasi Kali dan Drainase di Tengah Permukiman

 

“DP3AP2KB dan Puspaga Kota Tangerang dalam hal ini terbuka secara luas untuk perusahaan atau sekolah, untuk sama-sama memberikan edukasi secara massif, untuk meminimalkan kasus kekerasan di dalam rumah, khususnya pada perempuan dan anak,” tutup Willopo. (Red)

 

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *