Sekretaris PWI Tangsel Ingatkan Pentingnya Kode Etik Jurnalistik di Era Banjir Informasi

sinargunung.com, Tangsel  – Di tengah derasnya arus informasi digital, Sekretaris PWI Kota Tangerang Selatan, Edy Riyadi, menegaskan kembali pentingnya para jurnalis memegang teguh Kode Etik Jurnalistik. Ia menilai aturan ini bukan sekadar pedoman, melainkan fondasi utama untuk menjaga mutu, integritas, dan kepercayaan publik terhadap media.

“Kode etik adalah penuntun arah. Tanpanya, jurnalisme bisa kehilangan kepercayaan masyarakat. Publik butuh informasi yang benar dan akurat, bukan sekadar sensasi,” ujarnya.

Lima Prinsip Utama Jurnalisme

Edy menguraikan sejumlah prinsip dasar yang wajib menjadi pegangan setiap wartawan:

  1. Mengutamakan kebenaran dan akurasi.

Setiap informasi harus melalui verifikasi ketat. Ia mengaku prihatin melihat banyaknya berita yang beredar tanpa dasar kuat.

  1. Menjaga objektivitas.
BACA JUGA  PWI Tangsel Gelar Senam Sehat Sambut HPN 2026 di Banten

Wartawan wajib menyajikan berita secara berimbang dan tidak berpihak. Pemberitaan yang bias, kata Edy, dapat memicu polarisasi di masyarakat.

  1. Menjaga independensi pers.

Jurnalis harus bebas dari intervensi, termasuk menolak suap atau imbalan dalam bentuk apa pun agar tidak mengganggu integritas pekerjaan.

  1. Melindungi kerahasiaan narasumber.

Menjaga identitas sumber bukan hanya bentuk profesionalisme, tetapi juga perlindungan bagi pemberi informasi demi kepentingan publik.

  1. Menghormati hak dan martabat setiap orang.

Konten yang merendahkan atau merugikan pihak tertentu harus dihindari karena bertentangan dengan nilai dasar jurnalisme.

Edy juga menyoroti seriusnya dampak penyebaran informasi palsu atau fitnah. Menurutnya, tindakan tersebut dapat merusak nama baik seseorang sekaligus menyesatkan masyarakat.

BACA JUGA  Tim Sepak Bola, POPDA XI Kota Tangerang Raih Emas, Menang 3-0

Dorongan Transparansi di Ruang Redaksi

Selain itu, ia menyampaikan pentingnya transparansi proses kerja jurnalistik agar publik memahami asal-usul informasi dan metode penyusunan berita.

Edy kemudian mengajak seluruh insan pers untuk kembali menegakkan dan mengutamakan etika dalam setiap karya jurnalistik.

“Media adalah pilar keempat demokrasi. Jika jurnalis bekerja dengan etika, masyarakat akan mendapat manfaat, dan negara menjadi lebih kuat. Saya berharap masa depan jurnalisme semakin baik dan sejahtera,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan