SINARGUNUNG.COM, KOTA TANGERANG | Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Tangerang menunjukan bahwa basket adalah olahraga rakyat, tidak menjadi dikotomi milik komunitas tertentu atau orang-orang kaya saja.
Hal tersebut dibuktikan dengan mengumpulkan 11 club basket dari 13 kecamatan se- kota Tangerang pada event mendadak basket di lapangan basket Alun – Alun Ahmad Yani.
arena pertandingan basket itu nampak tak terurus, bahkan terlontar kata dari Ketua Perbasi Kota Tangerang Andri S Permana sebagai lapangan jelek. Namun hari ini Rabu, 11 Januari 2023 bisa melahirkan atlit legendaris bola basket di kota Tangerang.
“Lapangan Ahmad Yani ini adalah landmark kita. Secara histori, terdapat banyak sejarah bagi perkembangan basket di Kota Tangerang,” ujar Andri.
Kata dia, Perbasi Kota Tangerang wajib hukumnya mengembalikan nilai history untuk generasi anak-anak muda saat ini. Dari 11 klub yang hadir mulai dari usia 10 tahun hingga 16 tahun dengan jumlah ratusan anak-anak, semua berlaga menunjukan kualitas dan bakat cikal bakal atlet basket dimasa mendatang, meski bertanding di lapangan jelek.
“Terpenting, basket di Kota tangerang akan merepresentasikan basis Kecamatan dan populasinya lebih banyak. Dan kesempatan bermain basket untuk anak-anak jadi terbuka. Basket di Kota Tangerang ini, kan, secara kultural punya akar yang sangat kuat disini,” ungkapnya.
Menurut Andri, Perbasi Kota Tangerang memiliki target akan menumbuhkan 13 club basket mewakili setiap kecamatan se- Kota Tangerang.
“Sebelas club sudah aktif. Dan target kita di tahun 2023 ini, Perbasi Kota Tangerang akan menggelar kompetisi, Insyaallah di akhir bulan ini,” tandasnya. Andi

