sinargunung.com Purwakarta | Pegiat ekonomi purwakarta, Ragil, melihat bahwa pasar murah dianggap sebagai formalitas, program stabilitasi pasokan dan harga pangan (SPHP) terlihat kurang begitu masif dan maksimal. “ asumsi dari gerakan pangan murah bertujuan untuk menekan laju kenaikan harga bahan pangan, bukan terjadinya kelangkaan barang dilapangan” ujaranya. Pada kegiatan gebyar harkopnas ke-78 dan Gerakan pangan murah di Taman Pasanggarhan Pajajaran yang juga bagian dari rangkaian hari jadi Kabupaten Purwakarta ke -57, pada hari Sabtu, 12 Juli 2025.
Antusias masyarakat sangat tinggi, terlihat dari ramainya stand yang dikunjungi. Masyarakat tahu informasi jauh-jauh hari sebelumnya tentang kegiatan pasar murah itu dari radio dan media sosial, tapi nyatanya dilapangan justru banyak UMKM penjual prodak makanan dan minuman, bukan bahan pokok.
Kekecewaan itu dirasakan salah satu pengunjung, Fitriana (38 Th) membenarkan bahwa kita sudah lama mengantri tapi sayang tidak kunjung dilayani sampai pukul 10.13 Wib dengan alasan produk ( Ayam, beras, telor, sayur-mayur, minyak) belum bisa dijual sebelum bapak Bupati datang meninjau ke stand. Fitriana menambahkan padahal standnya hanya 3, dan dalam sekejap barang sudah habis, begitupun yang sayuran mesti dibatasi satu orang satu produk kan aneh, uangkapnya dengan tatapan kecewa.
Ragil mengatakan proses pasar murah hanya berlangsung sebentar hanya meredakan inflasi pangan tidak pada penyelesaian, dan masyarakat akan kembali membeli barang dengan harga yang cenderung lebih mahal, jika telur per Kg Rp 26.000 maka diluar pasar murah akan lebih tinggi dari itu. Selain itu, pasar murah tidak bisa menjangkau seluruh rumah tangga yang berdampak akibat kenaikan harga pangan,” ucapnya.
Kami berharap penyelenggara dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, agar lebih serius lagi mempersiapkan kegiatan seperti ini, kedepan kami sarankan stand penyedia diperbanyak jika pemerintah fokus meringankan beban masyarakat dari harga pangan yang fluktuatif, dan memastikan pupuk subsidi aman terhadap petani, irigasi diperbaiki, pengawasan distribusi berjalan dengan melindungi petani dari tengkulak yang mengambil margin terlalu besar,” tutur Ragil. dm

