KOTA TANGERANG || sinargunung.com – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan dalam keluarga dengan membekali kader Posyandu kemampuan memberikan Dukungan Psikologis Awal (DPA).
Pembekalan yang dikemas dalam kegiatan parenting bertema Orientasi dan Pembekalan Dukungan Psikologis Awal bagi Kader Posyandu itu digelar sebagai langkah meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan keluarga dari lingkungan terdekat.
Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa masalah psikologis dalam keluarga sering menjadi faktor pemicu munculnya berbagai bentuk kekerasan, terutama terhadap anak, apabila tidak ditangani sejak dini.
Menurutnya, tekanan dalam pengasuhan atau parenting stress dapat berkembang menjadi tindakan kekerasan yang berdampak pada tumbuh kembang anak maupun keharmonisan keluarga. Karena itu, kader Posyandu dinilai memiliki posisi strategis untuk mengenali tanda-tanda awal masalah psikologis di lingkungan masyarakat.
“Kader Posyandu merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan warga. Mereka dapat membantu mendeteksi gejala stres pengasuhan dan memberikan pertolongan awal sebelum permasalahan berkembang menjadi lebih serius,” kata Glori, Jumat (5/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapatkan pelatihan praktis mengenai cara memberikan Dukungan Psikologis Awal kepada keluarga yang mengalami tekanan emosional, trauma, maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan kekerasan.
Glori menjelaskan, pembekalan dilakukan secara interaktif dengan mengajarkan tiga prinsip dasar DPA, yakni Look atau mengamati tanda-tanda stres dan masalah psikologis, Listen atau mendengarkan keluhan warga dengan empati, serta Link yaitu menghubungkan warga dengan layanan profesional seperti Puspaga maupun unit perlindungan anak milik Pemerintah Kota Tangerang.
Melalui penguatan kapasitas kader Posyandu ini, DP3AP2KB berharap tercipta sistem perlindungan keluarga yang lebih efektif hingga tingkat RT dan RW. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menekan kasus kekerasan dalam rumah tangga serta kekerasan terhadap anak, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman, ramah anak, dan sehat secara psikologis di Kota Tangerang.
Selain meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam membangun ketahanan keluarga melalui pendekatan pencegahan dan deteksi dini berbasis komunitas. red

