Bus Sekolah Gratis Tangsel Siap Beroperasi Sambut Hari Pertama Masuk Sekolah

TANGERANG SELATAN  || sinargunung.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan seluruh armada bus sekolah gratis siap melayani pelajar mulai hari pertama masuk sekolah atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 13 Juli 2026. Seluruh kendaraan telah menjalani pemeriksaan teknis guna menjamin keamanan dan kenyamanan selama operasional.

Kesiapan tersebut dipastikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan saat meninjau armada bus sekolah di Terminal BSD, Jumat (10/7/2026).

Pilar menjelaskan, selama masa libur sekolah seluruh armada menjalani perawatan menyeluruh, mulai dari penggantian ban, servis kendaraan, hingga uji berkala atau KIR. Langkah itu dilakukan agar layanan transportasi gratis bagi pelajar dapat kembali beroperasi dalam kondisi prima.

“Kami mengapresiasi Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan yang telah mempersiapkan seluruh armada secara maksimal. Insyaallah seluruh bus siap kembali melayani para pelajar pada hari pertama sekolah,” kata Pilar.

BACA JUGA  Tampil Beda, Booth Paviliun Tangsel Jadi Pusat Perhatian Peserta Apeksi ke-7

Menurutnya, program bus sekolah gratis mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam satu tahun, layanan tersebut telah dimanfaatkan sekitar 98.500 penumpang, sehingga pemerintah berkomitmen meningkatkan kapasitas layanan dengan menambah jumlah armada secara bertahap.

Pemerintah Kota Tangsel, lanjut Pilar, tengah mengupayakan penambahan armada baik melalui anggaran daerah maupun dukungan dari pemerintah pusat agar jangkauan layanan semakin luas dan dapat melayani lebih banyak pelajar.

“Layanan ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi. Karena itu kami terus berusaha menambah armada agar semakin banyak siswa yang bisa memanfaatkannya,” ujarnya.

Pilar menegaskan, bus sekolah gratis diprioritaskan untuk kebutuhan transportasi pelajar. Sementara masyarakat umum tetap diarahkan menggunakan moda transportasi publik yang telah tersedia.

Khusus bagi siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di Sekolah Khusus (SKH), Pemkot Tangsel menyediakan armada khusus. Dalam layanan tersebut, orang tua diperbolehkan mendampingi anak selama perjalanan demi memberikan rasa aman dan nyaman.

BACA JUGA  Pemkot Tangsel Dukung Pengembangan SPAM Kali Angke dan Cisadane

Selain itu, pengemudi dan kondektur yang melayani rute tersebut tetap dipertahankan agar lebih memahami karakter serta kebutuhan para siswa berkebutuhan khusus.

Di sisi lain, Pilar memastikan operasional bus sekolah gratis tidak akan terganggu meski terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah Kota Tangsel telah mengalokasikan penyesuaian anggaran sekitar Rp400 juta untuk menutupi tambahan biaya operasional.

Ia menambahkan, apabila terjadi perubahan harga BBM di kemudian hari, pemerintah akan kembali melakukan penyesuaian anggaran agar layanan transportasi gratis tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

“Kami ingin memastikan seluruh anak di Kota Tangerang Selatan bisa berangkat ke sekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani biaya transportasi. Itu menjadi komitmen pemerintah daerah,” pungkas Pilar.

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *