TANGERANG || sinargunung.com – Pascaviralnya video pria bernama Ken Ken yang melontarkan tantangan kepada wartawan di wilayah Sukadiri, Kabupaten Tangerang, pihak keluarga mulai mengambil langkah untuk meredam situasi. Orang tua Ken Ken mendatangi sejumlah kantor media dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada para jurnalis.
Diketahui, Ken Ken saat ini telah diamankan di Polres Metro Tangerang Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait video yang ramai beredar di media sosial tersebut.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, ayah Ken Ken, Sutari, menyampaikan penyesalannya atas tindakan anaknya yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan kalangan wartawan.
“Saya sebagai orang tua meminta maaf sebesar-besarnya kepada rekan-rekan wartawan dan masyarakat atas perbuatan anak saya. Kami tidak membenarkan tindakan tersebut,” ujar Sutari, Rabu (20/5/2026).
Ia menegaskan pihak keluarga akan bersikap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian. Menurutnya, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi keluarganya agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Kami akan mengikuti proses hukum yang berjalan dan berharap ini menjadi pembelajaran bagi anak kami ke depannya,” katanya.
Permintaan maaf yang disampaikan keluarga disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya menciptakan suasana yang lebih kondusif setelah video bernada provokatif itu viral di media sosial.
Sebelumnya, video Ken Ken ramai diperbincangkan karena memperlihatkan dirinya dalam kondisi emosi sambil mengeluarkan ucapan yang dianggap menantang wartawan. Tidak lama setelah itu, muncul video klarifikasi yang memperlihatkan perubahan sikap dengan penyampaian yang lebih tenang.
Langkah keluarga yang turun langsung menemui sejumlah jurnalis pun mendapat perhatian dari berbagai pihak sebagai bentuk itikad baik dalam menyikapi persoalan yang terjadi.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik, termasuk di media sosial, agar tidak memicu keresahan maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat. red

