Jelang Pemilihan LPM Bojong Nangka, Persaingan Petahana dan Penantang Kian Memanas

TANGERANG || sinargunung.com – Menjelang pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, persaingan antar kandidat mulai memanas. Pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei 2026 itu disebut menjadi perhatian masyarakat setempat karena menghadirkan pertarungan antara petahana dan tokoh perubahan.

Ketua LPM petahana, Abdullah Ahmad Bawazier atau yang akrab disapa Bang Uwo, kembali maju setelah memimpin selama dua periode. Di sisi lain, muncul nama Tato, tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua RW, yang disebut-sebut menjadi penantang kuat dalam perebutan kursi Ketua LPM periode 2026-2029.

Pemilihan rencananya digelar di Gedung Pertemuan Kelurahan Bojong Nangka dengan melibatkan 35 Ketua RW sebagai pemegang hak suara.

Dinamika politik lokal mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Kedua kubu dikabarkan aktif melakukan komunikasi dan pendekatan kepada para pemilik suara guna meraih dukungan mayoritas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kubu Tato optimistis mampu meraih dukungan lebih dari 20 suara. Sejumlah pendukung menilai masyarakat menginginkan perubahan dan penyegaran di tubuh LPM Bojong Nangka.

BACA JUGA  Masuki Tahap Verifikasi, Kampung Gantari Wakili Kota Tangerang di Kampung Proklim Tingkat Nasional

“Kami ingin ada perubahan dan pembangunan yang lebih terasa di wilayah Bojong Nangka. Selama ini dinilai kurang akomodatif,” ujar salah seorang pendukung Tato yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Bang Uwo tetap percaya diri dapat kembali memperoleh mandat untuk memimpin LPM. Ia mengklaim dukungan dari sejumlah Ketua RW masih kuat karena program selama kepemimpinannya dianggap memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pengalaman memimpin selama dua periode menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Bojong Nangka.

Di tengah persaingan tersebut, tokoh pemuda Bojong Nangka, Jamporis atau akrab disapa John, menilai peluang petahana untuk kembali terpilih tidak mudah. Ia menyebut masyarakat mulai menginginkan sosok baru yang dinilai mampu membawa perubahan nyata.

“Jabatan Ketua LPM itu amanah. Hasil pembangunan harus bisa dirasakan merata oleh masyarakat, bukan hanya sekadar formalitas,” kata John.

Ia juga menegaskan lembaga kemasyarakatan seharusnya menjadi wadah pengabdian, bukan sarana mencari keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.

BACA JUGA  Unit Reskrim Polsek Cipondoh Ungkap Kasus Penjualan Obat Terlarang Tanpa Izin Edar

Meski mengaku mengenal baik Bang Uwo secara pribadi, John menilai kepemimpinan selama dua periode belum memberikan dampak maksimal terhadap pembangunan di wilayah Bojong Nangka.

John juga menyoroti isu adanya upaya pendekatan politik kepada pemilik suara dengan membawa nama pejabat daerah. Namun menurutnya, keputusan tetap berada di tangan para Ketua RW sebagai pemegang hak pilih.

“Siapa pun yang terpilih nanti, itu pilihan para pemegang suara. Saya pribadi tidak berpihak kepada kandidat mana pun,” ujarnya.

Pemilihan Ketua LPM Bojong Nangka kali ini diperkirakan berlangsung ketat. Selain menjadi ajang kontestasi antar tokoh masyarakat, hasil pemilihan juga dinilai akan menentukan arah pembangunan dan pemberdayaan warga di tingkat kelurahan untuk tiga tahun ke depan. Abdul

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *