KOTA TANGERANG || sinargunung.com – Dinas Sosial Kota Tangerang kembali menggelar pelatihan keterampilan pangkas rambut bagi masyarakat dan Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Senin (18/5/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.
Pelatihan tersebut disambut antusias masyarakat. Dari 89 orang yang mendaftar secara daring, sebanyak 50 peserta dinyatakan lolos mengikuti pelatihan sesuai kapasitas yang tersedia.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan peserta berasal dari berbagai wilayah di Kota Tangerang, termasuk sejumlah PPKS hasil pembinaan Dinas Sosial.
“Peserta berasal dari sekitar 10 kecamatan. Selain masyarakat umum, ada juga peserta dari kelompok PPKS yang selama ini mendapatkan pendampingan dari Dinsos,” ujar Acep.
Ia menjelaskan, pelatihan pangkas rambut sudah menjadi program rutin sejak tahun 2020. Hingga kini, ratusan warga telah mendapatkan keterampilan melalui program tersebut dan sebagian di antaranya berhasil membuka usaha sendiri.
Menurut Acep, keberhasilan alumni menjadi bukti bahwa pelatihan keterampilan mampu membantu masyarakat memperoleh penghasilan lebih baik. Bahkan, beberapa lulusan kini bekerja di tempat usaha barbershop dan dipercaya menjadi pelatih di lingkungan pesantren.
“Tahun ini peserta juga akan mendapatkan kesempatan magang langsung bersama instruktur agar pengalaman kerja mereka lebih matang sebelum membuka usaha atau bekerja,” jelasnya.
Selain pelatihan pangkas rambut, Dinas Sosial Kota Tangerang juga menyiapkan program keterampilan lain seperti tata boga dan pijat untuk memperluas peluang usaha masyarakat.
Acep berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai modal membangun usaha mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Salah satu alumni pelatihan, Icha, mengaku keterampilan yang diperolehnya membawa perubahan besar terhadap penghasilannya. Sebelum mengikuti pelatihan, ia hanya berjualan kopi keliling untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Setelah ikut pelatihan dan bisa mencukur rambut, penghasilan saya jauh meningkat dibanding sebelumnya,” kata Icha.
Kini, pendapatannya dari jasa pangkas rambut bisa mencapai ratusan ribu rupiah per hari. Tidak hanya untuk mencari nafkah, kemampuan tersebut juga dimanfaatkannya membantu pasien kanker yang akan menjalani kemoterapi maupun operasi.
Icha berharap program pelatihan keterampilan dari Dinas Sosial terus dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat memiliki kemampuan kerja dan kesempatan membuka usaha sendiri. Adv

