Wujudkan Sekolah Sehat, Pemkot Tangerang Kukuhkan 100 Inspektur Pangan Cilik

KOTA TANGERANG || sinargunung.com – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengukuhkan 100 siswa sekolah dasar sebagai Inspektur Pangan Cilik (IPC), Kamis (7/5/2026). Kegiatan pelatihan dan pengukuhan berlangsung di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Program IPC yang telah berjalan selama tiga tahun ini dibentuk untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya keamanan pangan di lingkungan sekolah. Para peserta dipersiapkan menjadi duta pengawas jajanan sehat sekaligus edukator bagi teman-temannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraini mengatakan, program tersebut menjadi langkah penting untuk mencegah anak-anak mengonsumsi makanan berbahaya di sekolah.

Menurutnya, hasil pengawasan di lapangan masih menemukan jajanan yang mengandung bahan berbahaya dan tidak layak dikonsumsi anak-anak.

“Sekitar 17 persen jajanan di lingkungan sekolah masih ditemukan mengandung zat berbahaya. Karena itu, anak-anak perlu dibekali kemampuan mengenali makanan aman dan sehat sejak dini,” ujar dr. Dini.

BACA JUGA  Aktivis Kritik Wawancara Tahap Kedua Seleksi Pegawai Non ASN Dinkes Kota Tangerang

Dalam pelatihan tersebut, siswa diajarkan mengenali berbagai potensi bahaya pada pangan, mulai dari cemaran fisik, biologis hingga bahan kimia. Mereka juga mendapat edukasi tentang cara membaca Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan makanan agar mampu mengontrol asupan gula, garam, dan lemak.

Selain untuk menjaga kesehatan, edukasi tersebut diharapkan dapat mencegah risiko penyakit tidak menular sejak usia dini.

Salah satu peserta, Meinanda Salsabila Cahyani Putri dari SDN Perumnas II mengaku senang bisa terlibat dalam program tersebut. Ia ingin membantu teman-temannya lebih teliti memilih jajanan di sekolah.

“Saya jadi tahu makanan mana yang aman dan tidak aman. Nantinya saya ingin membantu teman-teman supaya tidak salah memilih jajanan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Keenan Arsy Mumtaz Charijfie, siswa kelas 5 SDIT Granada. Ia mengaku kini memahami cara membaca kandungan gizi pada kemasan makanan.

BACA JUGA  Dinkes Kota Tangerang Sediakan Layanan Vaksinasi Calon Jemaah Haji di Seluruh Puksesmas

“Sekarang saya bisa melihat jumlah gula, kalsium, dan kandungan lainnya di kemasan makanan. Semoga anak-anak bisa lebih pintar memilih makanan sehat,” ujarnya.

Dinkes Kota Tangerang mencatat hingga tahun 2026 sebanyak 250 siswa telah dilatih menjadi Inspektur Pangan Cilik. Program tersebut juga melibatkan 50 guru pendamping guna memperkuat pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Melalui program ini, Pemkot Tangerang berharap budaya konsumsi pangan sehat di sekolah semakin meningkat dan anak-anak terhindar dari zat berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet non-pangan, maupun makanan yang tercemar akibat sanitasi buruk. Abdul

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan