Kota Tangerang || sinargunung.com – Warga Kota Tangerang kini dapat kembali bernapas lega. Distribusi air bersih oleh Perumda Tirta Benteng (TB) telah kembali normal setelah sebelumnya sempat terganggu akibat dugaan pencemaran limbah kimia pascakebakaran gudang di wilayah Tangerang Selatan yang berdampak ke aliran Sungai Cisadane, Senin malam.
Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran manajemen PDAM Tirta Benteng langsung bergerak cepat dengan melakukan pemantauan intensif sejak malam hari di sepanjang bantaran Sungai Cisadane hingga Bendungan Pasar Baru atau Pintu Air Sepuluh, yang menjadi sumber utama pengambilan air baku Kota Tangerang.
Sekitar pukul 22.00 WIB, tim teknis diterjunkan untuk mengecek kondisi intake air baku di kawasan Honda Citra. PDAM Tirta Benteng juga berkoordinasi dengan pengelola Bendungan 10 guna memastikan kondisi air sebelum masuk ke sistem pengolahan.
Hasil pemantauan awal menunjukkan adanya indikasi penurunan kualitas air baku. Demi menjaga keamanan air yang akan dikonsumsi masyarakat, PDAM Tirta Benteng langsung menghentikan pengambilan air baku secara bertahap.
“Begitu menerima informasi adanya kebakaran yang berpotensi mencemari Sungai Cisadane, kami langsung mengambil langkah antisipatif. Tidak ada kompromi terkait kualitas air untuk masyarakat,” ujar Direktur Utama PDAM Tirta Benteng, Doddy Effendi, Selasa (10/2/2026).
Doddy menegaskan, keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama. Penghentian sementara pengambilan air baku dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah risiko distribusi air yang tidak memenuhi standar.
“Keselamatan dan mutu air adalah yang utama. Begitu terindikasi terdampak limbah, pengambilan air baku langsung kami hentikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penanganan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari penutupan sementara intake, pengurasan air yang terindikasi tercemar, hingga pengujian laboratorium secara berkala setiap 30 menit.
“Air yang belum memenuhi standar langsung dibuang. Kami memastikan hanya air yang benar-benar aman yang kembali diproduksi dan didistribusikan,” jelas Doddy.
Hasil pengujian menunjukkan kualitas air baku kembali berada dalam ambang batas aman. Temuan tersebut sejalan dengan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta laboratorium internal PDAM Tirta Benteng.
“Alhamdulillah, sejak pukul 05.00 WIB produksi air kembali normal. Distribusi dilakukan secara bertahap sambil terus memantau kualitas air,” tambahnya.
Hingga Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB, distribusi air bersih telah menjangkau sekitar 90 hingga 95 persen pelanggan. Proses normalisasi tekanan masih terus dilakukan agar aliran air dapat merata ke seluruh wilayah layanan.
Doddy pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak ragu menggunakan air PDAM.
“Kami pastikan air yang saat ini disalurkan telah melalui proses pengolahan dan pengawasan ketat. Jika masih ada aliran yang kecil, mohon bersabar karena penyesuaian tekanan pipa masih berlangsung,” pungkasnya. red

