TANGERANG SELATAN || sinargunung.com – Aparat gabungan TNI dan Polri mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa di kawasan Halte UIN Jakarta, Jalan Ir. H. Djuanda, Ciputat Timur, Senin (15/6/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Aksi yang digelar mahasiswa yang tergabung dalam Perkumpulan Mahasiswa Indonesia (PMI) Ciputat tersebut diikuti sekitar 20 peserta dari kalangan mahasiswa UIN Jakarta dan Yayasan Ganesha. Mereka menyuarakan penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) melalui orasi, poster, dan spanduk yang dibawa selama kegiatan berlangsung.
Sejak aksi dimulai sekitar pukul 14.10 WIB, aparat gabungan telah bersiaga di lokasi. Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq bersama 15 personel kepolisian, serta Danramil 05/Ciputat Mayor Kav Syahrul yang didampingi lima anggota Koramil.
Situasi sempat memanas ketika terjadi perdebatan antara peserta aksi dengan salah seorang pengguna jalan yang melintas. Namun, aparat yang berada di lokasi segera melakukan mediasi dan pendekatan persuasif sehingga ketegangan dapat diredam tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
Koordinasi yang baik antara personel TNI dan Polri membuat jalannya aksi tetap terkendali hingga kegiatan berakhir.
Danramil 05/Ciputat Mayor Kav Syahrul mengatakan kehadiran aparat bukan untuk membatasi penyampaian aspirasi, melainkan memastikan seluruh pihak dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman.
“Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan ketertiban, keselamatan pengguna jalan, dan kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Menurut Syahrul, pendekatan humanis dan dialogis menjadi prioritas selama pengamanan berlangsung guna menghindari potensi konflik maupun gesekan di lapangan.
Pada pertengahan aksi, massa sempat membakar ban bekas sebagai bentuk simbolik protes terhadap kebijakan yang mereka tolak. Melihat potensi bahaya bagi pengguna jalan dan lingkungan sekitar, petugas gabungan segera mengambil tindakan dengan memadamkan api agar situasi tetap aman.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun risiko kecelakaan di lokasi aksi.
Syahrul juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi agar tetap mematuhi aturan hukum, menjaga ketertiban umum, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan orang lain atau merusak fasilitas publik.
Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah menyampaikan tuntutan dan aspirasi mereka, seluruh peserta membubarkan diri secara tertib tanpa insiden berarti.
Keberhasilan pengamanan tersebut menunjukkan sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus menjamin kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai sesuai ketentuan yang berlaku. red

