LEBAK || sinargunung.com – Pondok Pesantren Modern Al-Kanza Kabupaten Lebak, Banten, menggelar wisuda perdana bagi santri angkatan pertama pada Sabtu (20/6/2026). Sebanyak 23 santri dan santriwati resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam momen yang menjadi sejarah baru bagi lembaga pendidikan Islam tersebut.
Kegiatan wisuda berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur. Acara ini dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat yang memberikan dukungan terhadap perkembangan pendidikan pesantren di Kabupaten Lebak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Banten, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Banten, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Ketua PCNU Kabupaten Lebak, Ketua Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), Sekretaris Umum MUI Kabupaten Lebak, Ketua Baznas Kabupaten Lebak, Pengawas SMA Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Kapolres Lebak, para pimpinan pondok pesantren, alim ulama, tokoh masyarakat, serta wali santri.
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Kanza, Kiai Ade Bujhaerimi, mengatakan wisuda angkatan pertama merupakan hasil dari proses panjang dalam membangun lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan keislaman dengan pendekatan modern.
Menurutnya, para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga kompetensi akademik dan kemampuan sosial yang baik untuk menghadapi perkembangan zaman.
“Alumni Al-Kanza diharapkan menjadi generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan, akhlak, dan kemampuan beradaptasi dengan tantangan masa depan sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan meluluskan angkatan pertama menjadi langkah awal bagi Al-Kanza untuk terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan tokoh agama dalam acara tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang selama ini berkontribusi dalam membangun karakter, moral, dan kualitas generasi muda.
Di sisi lain, suasana haru juga terlihat dari para wali santri yang hadir menyaksikan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan di angkatan pertama. Banyak di antara mereka mengaku bangga atas capaian yang berhasil diraih para santri setelah menjalani proses pembelajaran di lingkungan pesantren.
Wisuda perdana ini menjadi momentum penting bagi Pondok Pesantren Modern Al-Kanza untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan dan melahirkan lulusan yang berilmu, berakhlakul karimah, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kiai Ade Bujhaerimi menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi para alumni untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat yang lebih luas di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kelulusan ini merupakan awal perjalanan pengabdian. Ilmu yang telah diperoleh harus menjadi bekal untuk menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi lingkungan sekitar,” tutupnya. Abdul

