TANGERANG KOTA, sinargunung.com — Nilai-nilai Pancasila dinilai tidak cukup hanya dipahami atau dihafalkan oleh generasi muda. Pancasila harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, termasuk dengan menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, serta menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, saat membuka kegiatan Sosialisasi Kader Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kota Tangerang yang berlangsung di Aula SMAN 7 Kota Tangerang, Cikokol, Sabtu (3/10/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti pelajar kelas X dan XI tersebut, Maryono secara khusus menyoroti persoalan bullying atau perundungan yang masih dapat terjadi di lingkungan pendidikan.

Pesan itu disampaikannya setelah berdialog dengan salah seorang pelajar afirmasi asal Papua yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Maryono menegaskan, tindakan merundung orang lain bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, ia meminta para pelajar tidak takut melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan di sekolah.

“Bila ada yang mem-bully kalian, berarti pelaku itu tidak ber-Pancasila. Itu salah dan patut mendapat sanksi. Jangan ada perundungan di sini. Enggak keren, norak! Kalau ada yang membuli, laporkan. Jangan takut,” tegas Maryono.

Menurut Maryono, keberagaman yang ada di lingkungan sekolah seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun persatuan, bukan dijadikan alasan untuk mengejek atau merendahkan orang lain.

BACA JUGA  Wujudkan Lingkungan Sehat, Babinsa Koramil Cibodas Bersihkan Lingkungan

Ia pun mengingatkan agar sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa, tanpa membedakan latar belakang, daerah asal maupun kondisi masing-masing. “Mari hidup sesuai nilai-nilai Pancasila sejak dini,” ujarnya.

Selain persoalan perundungan, Maryono juga menekankan pentingnya karakter dan integritas bagi para Kader Duta Pancasila.

Menurutnya, seorang Duta Pancasila tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia bahkan menyebut karakter dan integritas sebagai modal penting yang harus dimiliki seorang generasi muda.

“Mereka yang berkarakter dan berintegritas, walaupun kemampuan akademisnya masih kurang, akan lebih saya terima. Sebaliknya, meski akademisnya tinggi, tetapi karakter dan integritasnya rendah, bagi saya nol,” kata Maryono.

Ia menjelaskan, kemampuan akademik masih dapat dikembangkan melalui proses belajar. Namun, karakter dan integritas membutuhkan kemauan dari dalam diri untuk terus dibangun.

“Pintar itu bisa dipelajari, tetapi karakter dan integritas harus tumbuh dari diri sendiri,” lanjutnya.

Maryono berharap keberadaan Duta Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun pemahaman teori tentang kebangsaan. Para kader diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus penggerak di lingkungan sekolah.

BACA JUGA  Panen Bareng KWT, Nurdin: Bisa Jadi Tempat Belajar Urban Farming

Mulai dari menghormati teman yang berbeda, menjaga persaudaraan, mencegah perundungan, hingga berani menyampaikan kebenaran ketika melihat tindakan yang tidak sesuai dengan nilai keadilan.

Menurut Maryono, para Kader Duta Pancasila memiliki posisi penting dalam membangun karakter generasi muda. Mereka dapat menjadi teladan bagi siswa lainnya dalam menerapkan nilai persatuan dan sikap saling menghormati.

Ia berharap para pelajar Kota Tangerang mampu membawa nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika mengikuti kegiatan kebangsaan.

Sebab, kata dia, kecintaan terhadap nilai kebangsaan tidak hanya ditunjukkan melalui ucapan, tetapi juga terlihat dari cara seseorang memperlakukan orang lain.

Melalui pembinaan tersebut, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, menjunjung integritas, menghargai keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda Kota Tangerang agar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki sikap dan karakter yang mampu menjadi bekal menuju Indonesia Emas 2045. red