Benyamin Davnie Pimpin Aksi Bersih di Pondok Aren, Targetkan Gerakan Indonesia ASRI Jadi Budaya Warga Tangsel

TANGSEL || sinargunung.com – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, memimpin langsung aksi bersih-bersih lingkungan di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Aksi bersih tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur kelurahan, RT/RW, sekolah kader, hingga masyarakat setempat. Benyamin mengatakan, kegiatan serupa digelar serentak di sejumlah titik di Kota Tangerang Selatan.

“Forkopimda saya sebar ke 10 titik di Tangerang Selatan. Kita didukung RT, RW, sekolah, kader, dan masyarakat untuk melakukan aksi bersih-bersih bersama,” ujarnya.

Menurut Benyamin, gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar memungut sampah, tetapi membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Gerakan ini akan terus kita lakukan. Ini bukan hanya soal kegiatan seremonial, tapi bagaimana membudayakan kebersihan Indonesia ASRI: aman, sehat, bersih, indah,” kata dia.

BACA JUGA  Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Perawatan dan Beri Bantuan Korban Ledakan Gas di Pamulang

Pemkot Tangsel, lanjut Benyamin, berencana menggelar aksi bersih-bersih secara rutin setiap pekan, sementara waktu dilaksanakan setiap Jumat pagi. Bahkan selama bulan Ramadan, kegiatan itu dipastikan tetap berjalan.

“Menjaga kebersihan juga bagian dari nilai ibadah. Apalagi nanti saat Ramadan, ini harus tetap kita lakukan,” ujarnya.

Tak hanya membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi langsung kepada warga. Peserta aksi mengajak pedagang, pelajar, hingga masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mulai memilah sampah dari rumah.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, mengapresiasi langkah konkret Pemkot Tangsel dalam menangani persoalan sampah.

Menurut Rasio, penanganan sampah akan lebih efektif jika dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Ia menyebut sekitar 60 persen sampah organik bisa ditangani dari rumah, sementara 30 persen lainnya dapat dikurangi melalui pemilahan dan pengiriman ke bank sampah. Dengan begitu, hanya sekitar 10 persen sampah yang berakhir di tempat pembuangan sementara (TPS).

BACA JUGA  TNI-Polri dan Ormas Bersatu Tebar Berkah Ramadan, Sinergi Kuat untuk Warga

“Membersihkan sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat, dari rumah dan tempat kita beraktivitas. Ini soal membangun kedisiplinan dan budaya peduli lingkungan,” ujarnya.

Rasio bahkan menilai Tangerang Selatan berpotensi menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Ia optimistis, dengan komitmen dan konsistensi, Tangsel bisa menjadi rujukan daerah lain dalam mengatasi krisis sampah.

Pemkot Tangsel berharap Gerakan Indonesia ASRI tak hanya menjadi program sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan positif warga sehari-hari. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, budaya hidup bersih diyakini bisa memperkuat kualitas lingkungan dan kesehatan warga Kota Tangerang Selatan.

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *