KOTA TANGERANG, sinargunung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang segera melakukan rekonstruksi Jalan Sitanala, Kecamatan Neglasari, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jalan sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Jembatan Simpang Tujuh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan pekerjaan akan mencakup pelebaran badan jalan sepanjang sekitar 146 meter hingga sebelum akses putar balik atau u-turn di Jembatan Simpang Tujuh.
Pelebaran tersebut berada di sekitar depan Kantor Perumda Tirta Benteng dan Pom Bensin Sitanala. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Kami akan segera memulai proyek rekonstruksi Jalan Sitanala dalam waktu dekat. Ada pelebaran badan jalan tepatnya di depan Kantor Perumda Tirta Benteng dan Pom Bensin Sitanala sebagai solusi jangka panjang mengatasi kemacetan di Jembatan Simpang Tujuh,” kata Taufik, Kamis (13/8/2026).
Meski pekerjaan konstruksi berlangsung, Pemkot Tangerang memastikan pengguna jalan tetap dapat melintas seperti biasa. Tidak ada rekayasa lalu lintas khusus yang diberlakukan di ruas Jalan Sitanala selama proyek berjalan.
Taufik meminta masyarakat memaklumi apabila proses pengerjaan nantinya berdampak terhadap kenyamanan perjalanan.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya karena proyek rekonstruksi ini akan mengganggu kenyamanan berlalu lintas. Namun, tidak ada pemberlakuan rekayasa lalu lintas. Khusus di Jalan Sitanala tetap bisa dilalui secara normal,” ujarnya.
Selain Jalan Sitanala, Pemkot Tangerang juga tengah melakukan pembenahan sejumlah ruas jalan utama. Pekerjaan tersebut meliputi Jalan Raya M. Toha, Jalan Iskandar Muda, Jalan Sitanala, dan Jalan Marsekal Suryadarma.
Seluruh proyek ditargetkan berjalan dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Perbaikan dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan tetap aman, nyaman, serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Kota Tangerang. Abdul

