KOTA TANGERANG || sinargunung.com – Polres Metro Tangerang Kota menggelar Turnamen Domino Sabuk Kamtibmas Kapolres Cup 2026 sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berlangsung di Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu (17/6/2026), diikuti oleh 128 peserta dari berbagai kalangan.
Peserta yang ambil bagian berasal dari unsur TNI, Polri, insan media, pengemudi ojek online, hingga masyarakat umum. Turnamen tersebut digelar tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari mengatakan kegiatan olahraga domino dipilih sebagai sarana membangun komunikasi yang lebih dekat antara Polri dan masyarakat.
Menurutnya, momentum peringatan HUT Bhayangkara menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan seluruh elemen masyarakat dalam suasana yang santai, positif, dan penuh kebersamaan.
“Melalui turnamen ini kami ingin memperkuat silaturahmi antara TNI, Polri, media, komunitas, dan masyarakat. Semangatnya adalah kebersamaan untuk menjaga kamtibmas di wilayah Kota Tangerang,” kata Jauhari.
Selain pertandingan, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi para peserta. Empat pasangan terbaik akan menerima hadiah uang pembinaan, sementara juara pertama berhak membawa pulang satu unit sepeda motor listrik. Beragam doorprize juga disediakan untuk menambah semarak kegiatan.
Turnamen tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino Indonesia (PB Orado), John LBF. Ia menilai langkah Polres Metro Tangerang Kota menghadirkan kompetisi domino menjadi contoh positif dalam membangun kedekatan antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Menurut John, olahraga domino kini berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki sistem pembinaan dan kompetisi resmi. Bahkan, domino tengah dipersiapkan untuk masuk dalam ajang olahraga nasional sebagai cabang prestasi.
“Turnamen seperti ini membuka peluang lahirnya atlet-atlet domino berbakat. Dari kompetisi tingkat daerah, peserta bisa berkembang hingga mengikuti kejuaraan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, domino bukan sekadar permainan hiburan, melainkan olahraga yang menuntut kemampuan berhitung, strategi, konsentrasi, serta kerja sama antarpemain. Karena itu, olahraga tersebut dinilai memiliki manfaat dalam mengasah kemampuan berpikir dan interaksi sosial.
John juga mengajak masyarakat untuk mendukung generasi muda mengenal olahraga domino sejak usia dini. Menurutnya, atlet domino nasional dapat dibina mulai usia remaja melalui organisasi resmi yang menaungi cabang olahraga tersebut.
Melalui penyelenggaraan Turnamen Domino Sabuk Kamtibmas Kapolres Cup 2026, Polres Metro Tangerang Kota berharap hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin kuat sekaligus mendorong perkembangan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia. red

