Pemeriksaan Pra Nikah Jadi Senjata Baru Kota Tangerang Tekan Stunting

KOTA TANGERANG || sinargunung.com – Pemerintah Kota Tangerang memperkuat langkah pencegahan stunting dengan mewajibkan calon pengantin menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menekan munculnya kasus stunting baru sejak sebelum kehamilan terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, upaya penanganan stunting kini tidak lagi hanya berfokus pada balita. Pemerintah menggeser perhatian ke tahap pencegahan sejak usia remaja hingga calon pengantin.

“Target kami sekarang adalah jangan sampai muncul anak stunting baru. Karena itu, intervensi dilakukan lebih awal, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, sampai balita,” kata dr. Dini di Tangerang, Rabu (17/6/2026).

Melalui Program Pengantin Sehat, pasangan yang akan mengurus rekomendasi pernikahan diminta melakukan pemeriksaan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Pemeriksaan yang menjadi prioritas meliputi:

  1. Kadar Hb (hemoglobin) untuk mendeteksi anemia.
  2. Tes HIV.
  3. Tes sifilis.
  4. Tes hepatitis B.
  5. Skrining talasemia.
BACA JUGA  Wali Kota Tangerang Lepas Tujuh Atlet Balap Sepeda ke Kejurnas 2025 di Banyuwangi: Bawa Semangat Juang dan Sportivitas!

Menurut Dini, pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan kondisi kesehatan calon ayah dan ibu sebelum memasuki masa kehamilan.

Dinas Kesehatan menilai kondisi kesehatan calon ibu sangat menentukan tumbuh kembang anak, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Anemia pada remaja putri, misalnya, dapat berlanjut saat kehamilan dan meningkatkan risiko bayi lahir dengan gangguan pertumbuhan.

“Jika seorang remaja mengalami anemia, saat hamil nanti risikonya tetap ada. Kondisi itu bisa berdampak pada pertumbuhan bayi. Karena itu, kesehatan calon ibu harus dipersiapkan sejak sebelum hamil,” ujar Dini.

Selain pemeriksaan laboratorium, calon pengantin juga mendapatkan edukasi mengenai gizi, kesehatan reproduksi, serta pentingnya menjaga kondisi tubuh sebelum hamil.

Mereka juga didorong melengkapi imunisasi yang diperlukan agar kehamilan dan persalinan dapat berlangsung lebih aman dan sehat.

Program ini dijalankan bersamaan dengan proses pengurusan rekomendasi nikah. Calon pengantin dapat datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan dan konseling kesehatan sebelum melanjutkan proses administrasi pernikahan.

BACA JUGA  Rycko Menoza Usulkan Politeknik Pariwisata di Lampung: Dorong SDM dan Pariwisata Lokal

Pemkot Tangerang berharap pendekatan preventif ini mampu menekan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Dini menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak dan harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Stunting sebenarnya bisa dicegah. Kuncinya adalah menjaga kesehatan sejak remaja, sebelum menikah, saat hamil, hingga anak tumbuh balita. Semua tahap itu saling berkaitan untuk menciptakan generasi Kota Tangerang yang sehat dan unggul,” tutupnya.

Dengan langkah ini, Kota Tangerang mencoba memastikan bahwa pencegahan stunting dimulai bukan saat anak lahir, melainkan sejak pasangan mempersiapkan pernikahan dan kehamilan. Abdul

Facebook Comments Box

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *