TANGERANG, sinargunung.com — Liga Santri Wali Kota Cup 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama 14 hari. Kompetisi yang diikuti 32 tim pondok pesantren se-Kota Tangerang itu tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah membangun sportivitas dan persaudaraan antarsantri.

Penutupan kompetisi berlangsung di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Jumat sore, 18 September 2026. Kegiatan tersebut ditutup secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono.

Liga Santri Wali Kota Cup 2026 digelar sejak 4 September dan dipusatkan di dua lokasi, yakni Stadion Benteng Reborn dan Stadion Mini Cipondoh.

Dalam kesempatan tersebut, Maryono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kompetisi. Ia menilai, nilai yang dibangun melalui olahraga tidak semata-mata berkaitan dengan kemenangan.

Menurutnya, para santri mendapatkan pengalaman penting melalui pertandingan, mulai dari belajar disiplin, bekerja sama dalam tim, menghargai lawan hingga menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.

BACA JUGA  Kegiatan Jum'at Keliling Kapolres Metro Tangerang Kota di wilayah hukum Polsek Benda

“Liga Santri ini bukan hanya soal siapa yang menang dan kalah. Yang lebih penting bagaimana kita membangun sportivitas, kebersamaan, disiplin, dan semangat persaudaraan di antara para santri,” ujar Maryono.

Ia juga meminta para peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Para santri diharapkan terus mengasah kemampuan, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan maupun olahraga.

“Bagi yang menjadi juara, jangan cepat berpuas diri. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus berkembang,” katanya.

Maryono menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang dapat menjadi ruang pengembangan potensi generasi muda, termasuk melalui pembinaan olahraga dan kepemudaan.

Ia berharap penyelenggaraan Liga Santri Wali Kota Cup dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya dengan jumlah peserta yang lebih luas.

BACA JUGA  DPRD Kota Tangerang Minta PT TNG Segera Tata Kawasan Kuliner Pasar Lama

“Semoga ke depan cakupan pesertanya semakin luas, tidak hanya dari pondok pesantren di Kota Tangerang, tetapi juga dari luar daerah. Dengan begitu, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang memperluas silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antarsantri,” ungkapnya.

Sementara itu, pertandingan final mempertemukan Pondok Pesantren Ummul Rodhiyah dengan Pondok Pesantren Al Kamil.

Dalam laga penentuan tersebut, Ummul Rodhiyah berhasil mengamankan gelar juara setelah menundukkan Al Kamil dengan skor tipis 1-0.

Adapun posisi ketiga ditempati Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin.

Dengan berakhirnya kompetisi ini, Liga Santri Wali Kota Cup 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi di bidang olahraga, tetapi juga membentuk generasi santri yang menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, kebersamaan, dan nilai-nilai persaudaraan. S