BANDUNG, sinargunung.com – Kurnia Alfarizi kembali dipercaya memimpin Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Jawa Barat untuk masa bakti 2026-2031. Kurnia ditetapkan sebagai ketua setelah menjadi kandidat tunggal dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) III HIPKA Jawa Barat.

Muswil III HIPKA Jawa Barat berlangsung pada 27-28 Oktober 2026 di Grand Pasundan Hotel, Kota Bandung. Agenda organisasi tersebut turut dihadiri Ketua Umum BPP HIPKA Kamarussamad, perwakilan Gubernur Jawa Barat melalui Asisten Daerah II Asep Sumarna, Presidium KAHMI Prof. Ahmad Sarbini, serta para ketua BPD HIPKA dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ketua Umum BPP HIPKA Kamarussamad mengatakan, keberadaan HIPKA di Jawa Barat perlu semakin dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha, khususnya keluarga besar KAHMI.

Menurut dia, HIPKA harus mampu membaca peluang ekonomi sekaligus membangun kerja sama dengan pemerintah maupun sektor swasta. Jawa Barat dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap realisasi investasi nasional.

BACA JUGA  Libur Lebaran, STIS Tetap Layani Peserta Pelatihan Vokasional 24 Jam Non Stop

“HIPKA harus bisa melihat peluang untuk bersinergi dan bekerja sama, baik dengan pemerintah maupun swasta,” kata Kamarussamad.

Ia juga menyoroti besarnya potensi investasi di Jawa Barat, termasuk perkembangan industri pusat data dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut, menurutnya, perlu direspons HIPKA dengan membuka ruang kolaborasi dan peluang usaha bagi para pengusaha di daerah.

Kamarussamad berharap kepengurusan HIPKA Jawa Barat periode baru dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat usaha mikro hingga mampu berkembang ke skala yang lebih tinggi.

Sementara itu, Kurnia Alfarizi menyatakan kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab sekaligus tantangan untuk memperkuat peran HIPKA di Jawa Barat.

Sebagai pelaku usaha di bidang pertanian dan perdagangan, Kurnia berkomitmen menjadikan HIPKA Jabar sebagai wadah jejaring bisnis bagi para pengusaha di berbagai daerah.

“Fokus awal kami adalah menata kembali tata kelola organisasi, termasuk membangun kepengurusan yang efektif dan aktif. Setelah itu, kami akan mendorong program yang dapat meningkatkan kapasitas para pengurus,” ujar Kurnia.

BACA JUGA  Hendry CH. Bangun Pimpin PWI 2023-2028 Usai Terpilih Pada Kongres XXV

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh BPD HIPKA se-Jawa Barat yang telah memberikan dukungan. Menurutnya, sinergi antaranggota menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing para pengusaha di daerah.

Ketua BPD HIPKA Kabupaten Purwakarta, Denhas Mubaraq, menambahkan bahwa Muswil III HIPKA Jabar seharusnya tidak berhenti sebagai agenda organisasi lima tahunan. Forum tersebut, kata dia, harus menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung bagi daerah.

“Kehadiran wajah-wajah baru dalam kepengurusan BPW HIPKA diharapkan dapat melahirkan program konkret dan membuka peluang yang mendukung pembangunan daerah,” ujar Denhas.

Menurut Denhas, percepatan jalannya persidangan mulai Pleno I hingga Pleno IV dilakukan agar forum dapat lebih fokus membahas agenda bisnis, program kerja, serta rekomendasi organisasi.

Dengan kepengurusan periode 2026-2031, HIPKA Jawa Barat diharapkan semakin aktif membangun jejaring usaha, memperkuat kolaborasi antarpengusaha, serta membuka peluang ekonomi baru yang dapat memberi dampak bagi perkembangan dunia usaha di Jawa Barat. DM