TANGERANG, sinargunung.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bersama RS EMC Tangerang menggelar simulasi penanganan keadaan darurat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, gempa bumi, dan berbagai potensi bencana di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan yang melibatkan petugas BPBD, manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, hingga masyarakat sekitar ini bertujuan mengasah kemampuan koordinasi dan mempercepat respons saat terjadi kondisi darurat. Simulasi juga menjadi langkah untuk meminimalkan risiko terhadap pasien, tenaga medis, serta pengunjung rumah sakit.
Dalam latihan tersebut, peserta mempraktikkan sejumlah skenario, mulai dari penanganan kebakaran, penyelamatan korban yang terjebak di gedung bertingkat, hingga proses evakuasi pasien dan seluruh penghuni rumah sakit menuju area yang telah ditetapkan sebagai titik aman.
Komandan Regu 3 Mako BPBD Damkar Kota Tangerang, Dhani Indrawan, mengatakan rumah sakit merupakan salah satu fasilitas yang memiliki tingkat kerawanan tinggi apabila terjadi bencana. Karena itu, kesiapan seluruh unsur menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko korban.
Menurut Dhani, dalam simulasi kali ini BPBD mengerahkan berbagai peralatan pendukung, termasuk unit skylift untuk mengevakuasi korban dari gedung bertingkat serta mendirikan tenda darurat sebagai bagian dari penanganan pascabencana.
“Latihan seperti ini penting untuk memastikan seluruh pihak memahami prosedur penyelamatan dan mampu bertindak cepat ketika menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, tidak hanya di lingkungan rumah sakit, tetapi juga di berbagai instansi pemerintah, perusahaan swasta, maupun BUMN agar budaya kesiapsiagaan bencana semakin kuat di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Pemeliharaan Fasilitas RS EMC Tangerang, Tantra Yunang Darmawan, menjelaskan bahwa simulasi tanggap darurat merupakan agenda rutin tahunan yang wajib dilaksanakan oleh rumah sakit.
Menurutnya, latihan tersebut bertujuan membiasakan seluruh personel agar memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat, mulai dari gempa bumi, kebakaran, hingga proses evakuasi menuju titik kumpul yang aman.
Tantra menambahkan, pelaksanaan simulasi tahun ini menjadi pengalaman pertama RS EMC Tangerang berkolaborasi langsung dengan BPBD Kota Tangerang. Kerja sama tersebut sekaligus menjadi ajang menguji efektivitas koordinasi antara rumah sakit dengan instansi penanggulangan bencana.
Ia berharap seluruh rangkaian simulasi dapat berjalan sesuai skenario, memenuhi target waktu evakuasi yang telah ditetapkan, serta berlangsung aman tanpa adanya korban maupun cedera selama kegiatan berlangsung.

