KOTA TANGERANG, sinargunung.com – Menghadapi musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mengintensifkan pengerukan saluran drainase dan sungai di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus menekan potensi banjir dan genangan di kawasan permukiman.

Pengerukan difokuskan pada saluran yang mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur maupun material lainnya. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat aliran air, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan bahwa kegiatan pengerukan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan lokasi yang membutuhkan penanganan, khususnya di kawasan padat penduduk.

Menurutnya, pemeliharaan saluran menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan air hujan dapat mengalir dengan baik menuju saluran utama.

“Saluran yang mengalami pendangkalan kita bersihkan agar aliran air lebih lancar. Ini merupakan bagian dari upaya mengantisipasi genangan saat musim hujan,” ujarnya.

Sejumlah titik yang telah menjadi sasaran pengerukan di antaranya saluran pembuangan Taman Elang di Kecamatan Periuk, Sungai Cantiga, saluran pembuangan Cibodasari di Kecamatan Cibodas, serta kawasan Keroncong Permai.

Pekerjaan serupa juga menyasar aliran Danau Cipondoh, saluran pembuangan Mutiara Pluit, Kali Ledug, Rawa Kunciran, Kali Serua, dan beberapa lokasi lainnya.

Taufik menjelaskan, penanganan drainase lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh. Sebab, saluran yang tersumbat atau mengalami pendangkalan dapat menghambat aliran air dari permukiman menuju sungai maupun saluran pembuangan utama.

Selain pengerukan saluran, Pemkot Tangerang juga memperkuat penanganan banjir melalui normalisasi Kali Angke, terutama pada segmen Pondok Bahar hingga Bendungan Polor.

Normalisasi tersebut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kota Tangerang sebagai bentuk koordinasi lintas pemerintahan dalam mengatasi persoalan banjir.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau langsung kondisi Kali Angke melalui kegiatan susur sungai sepanjang 3,5 kilometer. Pekerjaan normalisasi pada kawasan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Taufik menegaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pengerukan saluran lingkungan. Diperlukan langkah berkelanjutan yang mencakup normalisasi sungai, pembenahan drainase, hingga pemeliharaan turap agar sistem pengendalian air dapat berfungsi secara optimal.

Di sisi lain, ia mengajak masyarakat ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke selokan maupun sungai. Pasalnya, saluran yang telah dibersihkan berpotensi kembali tersumbat apabila tidak dirawat bersama.

“Menjaga kebersihan saluran air harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah melakukan pengerukan dan pemeliharaan, sementara masyarakat ikut menjaga agar saluran tetap bersih dan tidak tersumbat sampah,” pungkasnya.

Melalui pengerukan saluran di berbagai wilayah dan normalisasi Kali Angke, Pemkot Tangerang berharap kapasitas aliran air semakin optimal sehingga risiko banjir dan genangan selama musim hujan dapat diminimalkan. Adv