BANDUNG BARAT, sinargunung.com – PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE) Cirata menggandeng Yayasan Rumah Energi untuk memperkuat pemberdayaan perempuan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelatihan bertema transisi energi yang inklusif dan responsif gender pada 3 November 2026.

Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), sekaligus upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan, dalam mendukung pengembangan energi bersih yang berkeadilan.

Mengusung tema “Membangun Transisi Energi yang Inklusif dan Responsif Gender”, pelatihan tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya kesetaraan gender dalam tata kelola dan pemanfaatan energi terbarukan.

Kegiatan ini dihadiri Manager PT PMSE (PLTS Terapung Cirata), Respati Adi Katmoyo, Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah III Yopi Suradja, Direktur Yayasan Rumah Energi Sumanda Purba Tondang, serta Manager Yayasan Rumah Energi, Gustina.

Manager PT PMSE, Respati Adi Katmoyo yang akrab disapa Yoyo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat, terutama kaum perempuan.

Menurutnya, keberadaan PLTS Terapung Cirata diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap penyediaan energi bersih, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Melalui berbagai program yang telah dilaksanakan, sedang berjalan, maupun yang akan dijadwalkan ke depan, kami berharap kehadiran PLTS dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelatihan ini juga penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola energi terbarukan yang responsif terhadap gender,” ujar Yoyo.

Tidak berhenti pada pemberian materi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan studi lapangan pada 4 November 2026. Kunjungan tersebut dilakukan ke kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sebagai bentuk praktik langsung mengenai pemanfaatan energi berbasis komunitas.

Melalui kegiatan lapangan tersebut, peserta diharapkan memperoleh gambaran nyata tentang penerapan konsep ramah lingkungan yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor peternakan dan pemberdayaan komunitas.

Yoyo menambahkan, kunjungan lapangan menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung bagaimana pemanfaatan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan produktif masyarakat.

Kolaborasi antara PMSE, pemerintah, dan Yayasan Rumah Energi ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan. Selain mendukung percepatan transisi energi bersih, program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya kesetaraan gender, energi bersih, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dm