sinargunung.com, Purwakarta | Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) gelar tasyakuran ke-80 di Aula Sekretariat Jl Menteng Raya 58 Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).
Dengan mengangkat tema Penguatan Pemuda : Polri dan TNI Kunci Indonesia Emas 2045. Menapaki usia yang matang eksistensi GPII selalu menunjukan keberadaan pemuda sebagai motor perubahan dan kemajuan bangsa. Acara tasyakuran ini diselenggarakan dengan sangat sederhana, dialog kebangsaan yang disampaikan Oleh Ketua Umum GPII Masri Ikoni dan dilanjut berdoa bersama. Turut hadir ditengah-tengah acara para tokoh ulama, senior GPII, pengurus pusat, wilayah dan daerah turut memeriahkan acara tasyakuran.
Dalam sambutannya Masri Ikoni menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekedar seremoni tahunan, melainkan sebagai refleksi dan momentum yang baik untuk mengukuhkan kembali peran strategis pemuda dalam menjaga stabilitas negara dengan mendukung penuh pemerintah, dan dipastikan GPII siap menjalin kolaborasi aktif dengan Polri dan TNI.
Tercatat dalam rangkaian sejarah bahwa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) pada era Sukarno sempat dibubarkan melalui penerbitan Keputusan Presiden No.139 Tahun 1963 karena anti Nasakom. Atas desakan PKI juga para aktivis, tokoh Mayumi dan GPPI dipenjarakan seperti Buya Hamka, Isa Anshari, EZ Muttaqien, Muhtar Ghazali.
Usai tasyakuran, Denhas Mubaraq salah satu Pengurus PP GPII menjelaskan bahwa fondasi untuk tercapainya Indonesia Emas 2045 bagi Pemuda tetap konsisten melakukan gerakan-gerakan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, pemikiran kritis dan keratif, mengoptimalkan tekhnologi di era digital, menjaga toleransi dan kebersamaan, mengabdi dalam gerakan sosial, mendorong kemandirian ekonomi, partisipasi dalam demokrasi dan kebijakan publik, terakhir membangun kesadaran lingkungan untuk masa depan yang berkelanjutan,imbuhnya.
Tasyakuran ini diharapkan menjadi motivasi dan inovasi pemuda khususnya seluruh kader GPII agar memberikan solusi yang komprehensif karena pemuda masa ksini adalah fondasi yang pembawa Indonesia lebih maju, berdaya saing dan sejahtera. dm
