sinargunung.com, Kota Tangerang — Pelaksanaan Benteng Culture Festival yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang di area Metropolis Town Square (Metos), Modernland, pada 5–7 Desember 2025, mendapat kritik tajam dari LSM Gerakan Indonesia Adil Sejahtera (GIAS).

Ketua LSM GIAS Kota Tangerang, Ajis Pramuji, menilai kualitas kegiatan tersebut tidak sebanding dengan besaran anggaran yang diduga tercantum dalam APBD Kota Tangerang. Ia bahkan menyebut adanya indikasi pengurangan spesifikasi dari rencana awal kegiatan.

“Kami menemukan sejumlah kejanggalan. Jika benar ada pengurangan spesifikasi, maka harus segera diperiksa. Anggaran yang dipakai adalah uang rakyat,” ujar Ajis saat ditemui di kawasan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (5/12/2025).

Ajis menegaskan bahwa dugaan publik mengenai pengelolaan anggaran ini perlu ditindaklanjuti melalui audit internal maupun eksternal. Ia mengingatkan bahwa penggunaan APBD wajib memenuhi prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Menurutnya, jika tidak ada masalah, Dinas Pariwisata seharusnya membuka dokumen pelaksanaan kegiatan, data vendor, hingga laporan pertanggungjawaban (LPJ) anggaran. “Masyarakat punya hak untuk mengetahui,” tegasnya.

GIAS juga menilai festival budaya mestinya menjadi ruang pelestarian nilai dan identitas lokal, bukan hanya seremoni tahunan yang menghabiskan anggaran tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ajis menyebut beberapa elemen acara—mulai dari panggung, dekorasi, pencahayaan, hingga biaya publikasi—dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang tertuang dalam RKPD.

“Jika kegiatan dibiayai APBD, kualitas tidak boleh diturunkan. Dugaan penyimpangan ini harus diusut tuntas,” tutupnya. Red

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *