Purwakarta, sinargunung.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat menggelar musyawarah daerah (musda) ke- XVI Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Asrilia Bandung, Selasa (18 /8/2026). Momentum ini menjadi tonggak penting dalam menentukan arah gerak dan keberlanjutan organisasi kepemudaan di tanah Pasundan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris daerah Jawa Barat Herman Suryatman, Jajaran Forkopimda, Majlis Pemuda Indonesia (MPI), Ketua Umum DPP KNPI, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan tokoh masyarakat.
Ketua panitia pelaksana, Urik Yanto dalam laporannya menyampaikan bahwa musda merupakan amanat konstitusi organisasi (AD/RT) yang dilaksanakan secara berjenjang di tingkat daerah. Ia juga mengapresiasi kepada seluruh panitia yang terlibat secara tuntas, kerja keras, demi suksesnya acara ini.
Sementara itu, Ketua Umum DPP KNPI Ruang Panjaitan dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada kepengurusan KNPI Jawa Barat dan jajaran panitia. Ia menegaskan bahwa dijaman serba cepat ini pemuda harus memiliki communication skill (keterampilan komunikasi) sebagai modal, dan ini sangat dibutuhkan oleh kader-kader KNPI sehingga tercipta kemandirian ekonomi. “Di era IA lagi-lagi kita jangan sampai ketertinggalan”, kedepan KNPI membutuhkan generasi yang kreatif, siap kolaboratif dan menciptakan program-program yang produktif,” ungkapnya.
Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bermanfaat terhadap manusia lainnya, maka KNPI Jabar harus bisa berkontribusi trhadap masyarakat secara nyata.
Selanjutnya acara pembukaan dibuka oleh Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Herman Suryatman selaku sekda, dalam pembukaannya sekda menekankan bagaimana mewujudkan Jawa Barat Istimewa, termasuk generasi mudanya, dengan visi Panca waluya target di Tahun 2029 menjadi propinsi termaju di Indonesia dan KNPI mesti terdepan. Termasuk program transformasi digital harus menjadi agenda husus buat 27 kabupaten kota di Jawa Barat.
Jika melihat data dari umur 12-30 Tahun di propinsi Jawa Barat ada sekitar 12 Juta, maka itu saja kita urus, termasuk pengangguran tertinggi tembus ke 0,1% sehingga kita akan fokus menciptakan lapangan kerja. Sesuai tagline “lembur diurus, kota ditata” dengan pola ini kita bisa serius bekerja dengan melihat potret pemuda saat ini, kita bisa eksplor semua termasuk pembangunan pemuda yang masih rendah baru 62%, dan tantangan KNPI harus bisa mencapai 80%, dan ini bisa berhasil jika didorong dengan adanya Agen Pemuda Panca Waluya, ungkapnya.
Sekali lagi saya berikan apresiasi kepada kang Bayu Umbara kabag protokoler Gubernur Jawa Barat, semoga bisa fokus mewakafkan dirinya dalam menumbuhkan kemajuan pemuda di Jawa Barat.
”Setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpin terimakasih atas asuhannya para mantan ketua DPD KNPI dari masa ke masa sudah hadir, “Tegasnya. Dm

