Sinargunung.com, Purwakarta | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat yang digelar di Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata, Jalan Siliwangi No. 14, Kota Cirebon, Kamis (27/11).
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, mulai dari Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Arsjad Rasyid, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya, hingga Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono.
Pelantikan yang sebelumnya diwarnai dinamika internal akhirnya mencapai titik damai. Seluruh pihak sepakat menegaskan bahwa Kadin Jawa Barat kini berada di bawah satu kepemimpinan, yakni Almer Faiq Rusydi, yang terpilih secara aklamasi pada Musprov VIII di Bogor pada 25 September 2025.
Dalam sambutannya, Anindya Bakrie berharap kepemimpinan Almer Faiq dapat segera membangun sinergi kuat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Dedi Mulyadi. Ia menegaskan bahwa meski tantangan dunia usaha semakin besar, peluang pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat masih sangat terbuka. “Pastikan Kadin Jabar bisa melaju lebih baik ke depan,” ujar Anindya.
Gubernur Dedi Mulyadi dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya kedewasaan berorganisasi. Ia mencontohkan hubungan Anindya Bakrie dan Arsjad Rasyid yang sebelumnya sempat berbeda pendapat namun kini dapat berjalan seiring. Dedi lalu mengaitkan perjalanan Kadin Jabar dengan sejarah peradaban Sunda — dari Banten, Cirebon, Galuh Ciamis, Sumedang Larang, hingga Pakuan Pajajaran di Bogor — yang menurutnya menggambarkan proses menuju kesepakatan hari ini: “Berawal dari Bogor, berakhir damai di Cirebon,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi menyoroti masalah fundamental bangsa yang kini bertumpu pada sektor ekonomi, terutama disparitas anggaran antara pusat dan daerah. Kondisi tersebut, kata dia, memicu ketidakmerataan pembangunan. Karena itu, ia menilai kebijakan fiskal di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota harus diarahkan pada pembangunan infrastruktur agar industri tetap bergerak dan pertumbuhan ekonomi terjaga.
“Saya berharap Kadin Jabar bisa melakukan review sektor-sektor strategis dan menyusun kebijakan versi Kadin yang nantinya dapat kita sinkronkan bersama demi terwujudnya Jabar Istimewa,” tegasnya. dm
