SINARGUNUNG.COM |GOWA – Seminggu lalu jajaran Polsek Parangloe kembali berhasil mengamankan sedikitnya 2 karung miras jenis tuak yang akan dibawa ke Kab Maros kembali ditangkap

Adapun kronologis kejadian ketika anggota Polsek Parangloe yang bertugas jaga malam melakukan upaya pencegahan melalui kegiatan patroli pada jam-jam rawan sesuai penekanan yang disampaikan Kapolres Gowa kepada para Kapolsek kemudian ditindaklanjuti.

Hasil Patroli yang dilakukan pada Rabu dinihari tadi (24/03)2021) sekira pukul 04.00 WITA di Jl. Poros Malino Bontojai Desa Borisallo kec. Parangloe Kab Gowa berhasil mengamankan kendaraan minibus jenis APV warna Biru Nomor Polisi DD 1453 AM yang membawa sedikitnya 1000 liter atau 20 karung minuman lokal jenis tuak

BACA JUGA  Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Tangerang 2024 Digelar, Targetkan Konsistensi Penurunan

Kedua lelaki tersebut diantaranya Adi Bachtiar (40) yang berperan sebagai pengemudi dan satu rekannya bernama Bahtiar Dg. Muji (42) telah kita amankan termasuk semua barang bukti yang ditemukan.

Terkait diamankannya 1 Unit kendaraan APV Kapolsek Parangloe mengatakan,” upaya ini dilakukan untuk menindaklanjuti penekanan Kapolres Gowa AKBP. Budi Susanto terkait upaya antisipasi terjadinya suatu tindak pidana pada jam-jam rawan sekaligus sebagai bentuk antisipasi kejahatan menjelang puasa, ungkap Kapolsek Parangloe AKP. Kasmawati

Alhasil sebanyak 1000 liter atau 20 karung tuak yang rencana akan dijual dan akan dibawa ke kabupaten Takalar berhasil kita amankan, jelas Kapolsek Parangloe AKP. Kasmawati saat dikonfirmasi. Rabu.(24/03/21)

BACA JUGA  Wamenaker: Revisi Regulasi Ketenagakerjaan Harus Libatkan Serikat Pekerja dan Dunia Usaha

Seluruh barang bukti telah kita amankan akan kita musnahkan dan terhadap terduga pelaku akan kita lakukan proses lebih lanjut untuk menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat, tambahnya.

Saya mengucapkan terima kasih kepada personil Polsek Parangloe khususnya terhadap petugas jaga malam yang telah menindaklanjuti arahan pimpinan dan berharap hal ini terus dilakukan guna mengantisipasi aksi serupa kemudian saya menghimbau kepada seluruh masyarakat kecamatan Parangloe untuk tidak melakukan hal yang sama mengingat saat ini kita akan menyambut bulan suci Ramadhan, tutupnya

Red