KOTA TANGERANG, sinargunung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai menata kawasan Pasar Anyar dengan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tangerang, Selasa (3/11/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan dan trotoar sekaligus menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di dalam Gedung Pasar Anyar yang telah disiapkan sebagai lokasi berjualan para pedagang.

Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangerang, Mulyani, mengatakan relokasi merupakan bagian dari program penataan kawasan Pasar Anyar yang sebelumnya telah diawali dengan sosialisasi kepada para pedagang.

Menurutnya, para PKL diarahkan untuk menempati lapak di dalam gedung pasar agar aktivitas perdagangan lebih tertata dan tidak lagi menggunakan fasilitas umum.

“Harapannya, kondisi di sekitar Pasar Anyar, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Kiasnawi bisa kembali sesuai fungsinya. Jalan dan trotoar dapat digunakan sebagaimana mestinya, sementara para pedagang bisa berjualan di dalam Gedung Pasar Anyar yang sudah kita bangun,” ujar Mulyani.

Berdasarkan data Perumda Pasar Kota Tangerang, sebanyak 273 pedagang telah terdata untuk mengikuti proses relokasi. Pemkot berharap seluruh pedagang dapat segera menempati lapak yang telah disediakan sehingga kegiatan jual beli berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.

BACA JUGA  Patroli Gabungan Skala Besar Digelar, Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Bensin Gratis

Mulyani menegaskan, penataan Pasar Anyar tidak sekadar memindahkan pedagang dari badan jalan ke dalam gedung. Pemerintah juga berupaya meningkatkan aktivitas ekonomi di pasar tersebut dengan mengajak masyarakat, termasuk pegawai yang bekerja di sekitar kawasan, untuk berbelanja di Pasar Anyar.

“Kita ingin Gedung Pasar Anyar ini lebih optimal dan ramai. Dengan begitu, perekonomian di kawasan pasar bisa tumbuh, sementara fungsi jalan dan trotoar kembali sebagaimana mestinya. Kita ingin Kota Tangerang menjadi kota yang tertib, aman, indah, dan memiliki estetika yang lebih baik,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran pemindahan, Pemkot Tangerang turut menyediakan armada pengangkutan bagi pedagang yang membutuhkan bantuan membawa barang dagangan. Pedagang juga diberikan pilihan untuk memindahkan barang secara mandiri.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang, Dedi Ochen, menjelaskan pihaknya telah melakukan sosialisasi sekaligus mendata pedagang dan memberikan nomor lapak sesuai lokasi yang telah ditentukan di dalam Gedung Pasar Anyar.

BACA JUGA  24 Adegan Diperagakan dalam Rekontruksi Pembunuhan Sopir Angkot di Tangerang

Dedi memastikan para pedagang tidak dipungut biaya untuk menempati lapak selama proses serah terima gedung dari pemerintah pusat kepada Pemkot Tangerang belum rampung.

“Selama ini masih gratis di Pasar Anyar. Tempatnya juga sudah bagus, bersih, dan nyaman. Apalagi sebentar lagi musim hujan, kalau berjualan di luar tentu berbeda dengan di dalam gedung,” ungkap Dedi.

Ia berharap proses persetujuan serah terima Gedung Pasar Anyar dari Kementerian Keuangan kepada Pemerintah Kota Tangerang dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, Perumda Pasar dapat menjalankan pengelolaan secara penuh dan mengoptimalkan seluruh aktivitas perdagangan.

Penataan kawasan tersebut melibatkan sekitar 300 personel gabungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Personel yang diterjunkan antara lain berasal dari Satpol PP, unsur kecamatan dan kelurahan, serta perangkat daerah terkait.

Melalui relokasi ini, Pemkot Tangerang menargetkan kawasan Pasar Anyar menjadi pusat perdagangan yang lebih tertib dan nyaman. Di sisi lain, pengembalian fungsi jalan dan trotoar diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta menciptakan lingkungan kota yang lebih teratur. sumarna