TANGERANG, sinargunung.com – Makna Sumpah Pemuda kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di lingkungan Korem 052/Wijayakrama. Momentum tersebut ditekankan sebagai pengingat bahwa persatuan dan pengabdian merupakan bagian penting dari perjuangan generasi muda Indonesia.
Pesan itu disampaikan Kepala Seksi Personalia (Kasipers) Kasrem 052/Wijayakrama, Kolonel Inf Galih Perkasa, S.M., saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Apel Makorem 052/Wijayakrama, Jalan Boulevard Diponegoro, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Rabu (28/10/2026).
Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakannya, Galih menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi merupakan ikrar perjuangan yang menjadi dasar kuat bagi persatuan dan semangat kebangsaan.
Sembilan puluh delapan tahun lalu, para pemuda dari berbagai latar belakang membuktikan bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk membangun persatuan demi cita-cita Indonesia sebagai satu bangsa.
Peringatan tahun ini mengangkat tema “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia.” Tema tersebut menjadi pesan bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air, memiliki ketangguhan menghadapi berbagai tantangan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Dalam amanat tersebut juga ditekankan bahwa sikap patriotik harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kecintaan terhadap Indonesia tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu dibuktikan lewat pengabdian, kontribusi positif, serta komitmen menjaga persatuan dan kepentingan bangsa.
Selain patriotisme, pemuda juga dituntut memiliki karakter gigih. Kegagalan dan berbagai kesulitan, menurut amanat tersebut, tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berusaha. Generasi muda harus terus belajar, berkarya dan berinovasi agar mampu menghadapi perubahan serta tantangan di masa mendatang.
“Jadilah generasi yang berani memimpin, generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya. Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia. Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan,” demikian pesan dalam amanat yang dibacakan Kasipers Kasrem 052/Wijayakrama.
Peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi momentum bagi seluruh personel Korem 052/Wijayakrama untuk memperkuat nilai nasionalisme, persatuan dan pengabdian kepada bangsa serta negara.
Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai Sumpah Pemuda perlu diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari melalui disiplin, profesionalisme, loyalitas dan tanggung jawab dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Upacara berlangsung tertib dan khidmat. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa ikrar yang lahir pada 1928 tetap memiliki relevansi hingga saat ini, terutama dalam menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong generasi muda untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Red

Tinggalkan Balasan