SINARGUNUNG. COM, TANGERANG | Gairah pejabat di Kota Tangerang untuk mengembangkan dan menjaga ruh Prajamuda Karana atau Pramuka patut diapresiasi.
Hanya saja, di tengah semangat pejabat tersebut, mulai dari mantan Sekretaris Daerah (Sekda) sampai Camat hingga Lurah masih ada saja yang abai terhadap nama baik Pramuka itu sendiri.
Pasalnya, meski gaung semangat pramuka seperti Lomba Tingkat III tingkat Kota Tangerang di Bumi Perkemahan Kitri Bhakti, Kabupaten Tangerang yang tengah dilaksanakan mulai Jumat-Minggu (16-18/9/2022), di wilayahnya sendiri, Taman Pramuka milik Kota Tangerang nampak tidak terawat.
Hal ini terlihat dari keropos dan hancurnya salah satu jembatan di Taman Pramuka Kota Tangerang, Jalan Daan Mogot, Kecamatan Tangerang. “Bagus sih mengadakan kegiatan pramuka sekala besar di daerah orang, tapi sayang daerah sendiri enggak keurus,” kata Sanusi, salah satu pengunjung Taman Pramuka Kota Tangerang.
Menurut Sanusi, hampir saja anaknya yang asyik bermain dan menikmati Taman Pramuka tersebut terjerambab karena tidak mengetahui karena salah satu jembatan di taman itu sudah keropos dan terdapat lubang menganga.
“Ini kalau sampai ada korban anak-anak sangat memprihatinkan. Jembatan ini menghubungkan jurang cukup tinggi. Kalau ada anak terjatuh karena jembatan amblas bisa membahayakan dan bahkan kehilangan nyawa,” jelasnya lagi.
Sanusi berharap, pejabat Pemerintah Kota Tangang tidak hanya mementingkan banyak prestasi, namun mampu juga merawat apa yang menjadi simbol kebanggaan mereka, khususnya dunia Pramuka. “Semoga jadi perhatian,” tandasnya warga Larangan ini. Ila/frwt
