Kota Tangerang, sinargunung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat upaya menangani anak tidak sekolah melalui inovasi Pena Aksi Tangerang. Program yang digagas Dinas Pendidikan Kota Tangerang tersebut dirancang untuk memastikan anak yang belum mengakses pendidikan mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Pena Aksi Tangerang diperkenalkan melalui soft launching pada Rabu (28/10/2026). Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendataan, tetapi juga menjadi bagian dari mekanisme kerja terpadu yang menghubungkan pendataan, koordinasi lintas sektor, intervensi, hingga pendampingan anak secara berkelanjutan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya dilihat dari tersedianya data atau terlaksananya kegiatan. Menurutnya, ukuran utama keberhasilan harus terlihat dari adanya perubahan dan penanganan nyata terhadap anak yang sebelumnya tidak bersekolah.

“Keberhasilan Pena Aksi Tangerang harus diukur dari hasil penanganan yang nyata, bukan sekadar terlaksananya kegiatan,” ujar Herman.

Ia menjelaskan, data yang akurat menjadi dasar penting untuk menentukan bentuk intervensi. Karena itu, perangkat daerah bersama kecamatan, kelurahan dan pihak terkait lainnya diminta memperkuat koordinasi agar setiap persoalan dapat ditangani secara tepat sasaran.

Herman menilai kondisi setiap anak tidak selalu sama. Ada yang membutuhkan akses kembali ke sekolah, dukungan pendidikan, pendampingan keluarga maupun bentuk intervensi lainnya. Untuk itu, berbagai program pendidikan yang telah dimiliki Pemkot Tangerang dapat dioptimalkan, termasuk Gampang Sekolah, sekolah gratis, dan Tangerang Cerdas.

“Jangan sampai anak-anak yang seharusnya mendapatkan hak pendidikan justru terlewat dari perhatian kita. Data yang sudah dihimpun harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata dan pendampingan yang berkelanjutan,” katanya.

Menjelang peluncuran resmi, Herman meminta seluruh perangkat daerah dan mitra terkait memastikan kesiapan sistem sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan. Masa persiapan tersebut diharapkan tidak hanya digunakan untuk menyempurnakan sistem, tetapi juga mulai menghasilkan penanganan konkret bagi anak yang membutuhkan.

Melalui Pena Aksi Tangerang, Pemkot Tangerang menargetkan penanganan anak tidak sekolah dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan berkesinambungan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu membuka kembali akses pendidikan bagi semakin banyak anak sekaligus memberikan mereka kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Adv