sinargunung.com, Purwakarta | Pelantikan PGRI periode 2025-2030 di Gedung Yudistira komplek Pemda menjadi pesan tersendiri bagi para Guru di Kabupaten Purwakarta, Kamis 17 April 2025.
Hadir pada kesempatan ini Gubernur Jawa barat yang diwakili Asda I Drs. Asep Sukmana, M.Si. Ketua PGRI Jawa Barat H. Ahmad Juhana, S.Pd, M.Pd. Bupati Purwakarta, Ketua Dewan Pendidikan, Ketua Kemenag, Ketua KCD IV, Dandim 0619, Kapolres, Kejari, dan beberpa kepala OPD.
Dalam sambutannya ketua PGRI terpilih Dr. H. Purwanto, M.Pd, menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin untuk seluruh kelurga besar PGRI. dan PGRI dipastikan tetap bersinergi dengan program dan arah kebijakan pemerintah daerah, dalam hal membumikan kembali pendidikan yang berkarakter.
Bupati Saeful Bahri Binzen dengan sambutan yang cair dan gembira menyampaikan pesan, “bumi jangan di rusak, sebab akan berdampak pada pengeluaran anggaran yang bersifat terus menerus. Om zen, sapaan akrab Bupati Purwakarta menjelaskan ada dua pariabel di kita itu, jika musim panas kebakaran, jika musim hujan kebanjiran, maka kita harus bisa merubah siklus itu dengan karakter atau budaya bebersih (ngosrek) yang memiliki nilai luhur yaitu tanggung jawab, ujarnya.
Ia mengajak seluruh guru untuk memulai dari hal yang kecil, sebelum kita berbicara yang besar. “dinegara maju justru keberadaan sampah sangat tertib terkendali, jalan-jalan tertata terlihat estetik tidak seperti budaya kita. Om Binzen menegaskan, “mari dimulai dari dirikita dengan merubah karakter disiplin buang sampah, kita utamakan program yang bertahap terukur seperti bicara tentang, sampah, banjir, yang berdampak pada kekuatan infarastruktur jalan, sehingga tahun depan teratasi dan bisa berbicara pembangunan selanjutnya.
Sementara Asda I Jawa Barat Drs. Asep Sukmana, M.Si, menyampaikan selamat untuk pemgurus yang sudah dilantik, semoga kedepan lebih baik. Berbicara pendidikan tidak hanya pada intelektual, tpi harus difokuskan kembali pada moral dan etika, imbuhnya.
cukup prihatin atas kejadian yang sedang viral di RS Hasan sadikin, kita dari Pemprop langsung duduk bersama berbicara dgn intansi -intansi terkait di UNPAD.
Ia menekankan, kepintaran menggunakan teknologi informasi di anak-anak kita harus berbanding lurus dengan kearifan dalam menggunakannya, “kami di Pemprop sangan menyambut baik gagasan bapak Gubernur yang akan mencanagkan program kaulinan budak dilingkungan Pakuan, agar dapat menganggulangi anak-anak dari penggunaan handpone, ujar mantan PJ Walikota Tasik. (dm)
