sinargunung.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajukan anggaran sebesar Rp500 miliar untuk mendukung perbaikan dan revitalisasi fasilitas kesehatan pada tahap ketiga pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Anggaran tersebut diajukan untuk memastikan layanan kesehatan kembali berjalan optimal, khususnya di daerah yang terdampak kerusakan berat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pengajuan anggaran tersebut mencakup pengadaan ambulans, pembangunan kembali puskesmas, serta perbaikan berbagai fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan akibat bencana.

“Kami sudah mengajukan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk revitalisasi tahap tiga. Saat ini semua kebutuhan sudah kami data dan susun secara rinci,” ujar Budi saat ditemui di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).

Budi menjelaskan, dari total 204 unit ambulans yang terdampak, hanya 120 unit yang masih memungkinkan untuk diperbaiki. Sementara sisanya harus diganti dengan unit baru karena mengalami kerusakan berat dan tidak layak operasional.

Selain ambulans, Kemenkes juga mencatat terdapat 152 puskesmas yang mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga hancur total. Fasilitas-fasilitas tersebut menjadi prioritas utama dalam program revitalisasi agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat segera pulih.

Tak hanya bangunan, Kemenkes juga harus mengganti sejumlah alat kesehatan bernilai tinggi yang rusak, seperti CT Scan, MRI, dan Cath Lab (Catheterization Laboratory). Alat-alat tersebut memiliki nilai investasi besar dan memegang peranan penting dalam layanan medis rujukan.

“Itu semua alat mahal. Cath Lab saja nilainya bisa miliaran rupiah. Saat ini kami sedang mengirim teknisi untuk mengecek satu per satu, mana yang masih bisa diperbaiki dan mana yang harus diganti,” jelas Budi.

Lebih lanjut, anggaran revitalisasi juga diperuntukkan bagi pemulihan aspek sumber daya manusia kesehatan. Menurut Budi, banyak laporan dari kepala puskesmas dan kepala dinas kesehatan daerah terkait kondisi hunian tenaga kesehatan yang ikut terdampak bencana.

“Banyak tenaga kesehatan yang rumahnya rusak atau hancur. Data mereka sudah kami kumpulkan lengkap, mulai dari nama, lokasi tempat tinggal, dokumentasi kondisi rumah, hingga titik koordinat Google Maps,” ungkapnya.

Data tersebut, lanjut Budi, telah diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan BNPB untuk ditindaklanjuti dalam program penanganan hunian bagi tenaga kesehatan terdampak.

Melalui pengajuan anggaran ini, Kemenkes berharap proses pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana Sumatra dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh, sehingga masyarakat kembali mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang aman, memadai, dan berkelanjutan. red

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *