sinargunung.com, Tangerang | Barisan siswa baru dengan atribut dari berbagai sekolah asal menyemarakan suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di SMAN 3 Jl. Letkol Abdul Kadir No 15 Purwakarta, Selasa (15/7/2025).

Dimulai dari hari Senin (14/7/2025), dengan materi awal adalah pengenalan secara resmi oleh panitia sebagai perwakilan dari sekolah. Semua wajib mengikuti kegiatan MPLS ini sampai tuntas, sebab banyak materi-materi penting yang akan disampaikan oleh TNI/Polri terkait dengan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan dan kedisiplinan.

Kepala Sekolah SMAN 3 Purwakarta Asep Mulyana, S.Pd, M.Pd yang juga sebagai ketua MKKS menyampaikan bahwa sistem Tahun ini sangat berbeda, secara dasar hukum kita mengacu pada Surat Edaran bernomor 43/PK.03.04/Kesra tentang Pendidikan Berbasis Gapura Panca Waluya.

Asep Mulyana menjelaskan bahwa pembentukan karakter harus dilakukan sejak dini untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada peserta didik, “sekolah tidak hanya mengembangkan sisi kognitif semata, tapi juga mengembangkan afeksi berupa pembiasaan”, tuturnya.

Gapura Panca Waluya kalau ditafsirkan dengan bahasa sunda tentu memiliki nilai luhur secara filosofis, peserta didik baru ini harus memiliki karakter diantaranya (1 ) Cageur, artinya Sehat baik fisik atau psikis, kita pastikan semua calon siswa harus sehat, dan bugar, dengan program jalan kaki ke sekolah saya pastikan generasi kita akan kuat. (2) Bageur, karakter peserta didik yang menitikberatkan pada sifat kemanusiaan, saling bantu sesama. kita memiliki program subsidi silang orang tua asuh bagi siswa kurang beruntung.
(3) Bener, nah ini penting juga bagi seluruh calon siswa agar memiliki sifat Jujur dan amanah. (4) Pinter, kita pertahankan bahwa siswa-siswi disini secara angka raport cukup tinggi. Persaingan kognitif kita pacu sebagai motivasi demi masa depan peserta didik.
(5) Singer, bagaimana karakter siswa kita mencerminkan siswa yang ramah, menghargai perbedaan, penuh toleransi. Sehingga di semanti itu bisa dijadikan miniatur kebehinekaan, tutur Kepala Sekolah Smanti Asep Sundu panggilan akrab.

Sementara itu, Ermi Sri Rusmiyati Orang tua yang baru saja memasukan anaknya, “cukup bangga anaknya bisa bergabung di sekolah yang cukup pavorit”, semoga anak saya bisa betah dengan lingkungan barunya.

Asep Mulyana menambahkan, selain muatan materi diisi oleh TNI tentang baris berbaris dan wawasan kebangsaan, Polri juga mengisi tentang sosialisasi bahaya narkoba dan disiplin lalulintas, selain itu ada juga materi tentang Ekologi nanti hari Kamis (17/7/2025), bagaimana siswa baru bisa memahami isu-isu ekologi seperti perubahan iklim, menyelamatkan sekolah dari sampah plastik, mengatasi pencemaran air atau udara, dan menumbuhkan kecintaan terhadap keanekaragaman hayati dan lingkungan bersih. “menjaga lingkungan dari gerbang awal sekolah di Smanti sama halnya menjadikan mereka agen perubahan dalam menyelamatkan dunia”. tutupnya. (dm)

By P H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *