SINARGUNUNG.COM, KOTA TANGERANG |  Pendidikan formal dalam masyarakat merupakan hal yang sangat lumrah atau dapat dikatakan wajib bagi setiap anak usia sekolah di Indonesia. Dapat kita ketahui bahwa pendidikan formal ialah pendidikan di bawah naungan kementerian pendidikan dan bagi masyarakat Indonesia pendidikan sangat penting untuk menunjang sumber daya manusia serta bertujuan mencerdaskan bangsa oleh karena itu di dalam lingkungan sekolah harus tercipta keselarasan atau harmonisasi yang baik di dalamnya.Tidak hanya guru dengan siswa namun seluruh warga sekolah serta hubungan masyarakat sekitar sekolah.

 

Danella Saloem Naufal mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam

FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di dalam kerja kelompoknya mengatakan konteks ini oleh karena iklim akademik atau suasana di dalam lingkungan akademik sekolah harus sangat di perhatikan dan di organisir dengan baik. manajemen iklim akademik tidak hanya mengacu pada pengelolaan infrastruktur fisik sekolah yang ramah lingkungan, tetapi juga mencakup pendekatan pembelajaran yang berfokus pada kesadaran lingkungan, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. jika bentuk pengelolaannya baik dan di tuangkan dalam kurikulum mereka, semakin besar dampak positif yang dapat dihasilkan dalam membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu menghadapi tantangan perubahan iklim.

Selain itu, suasana dan pengelolaan di dalam sekolah, hubungan antara sekolah dan masyarakat juga memiliki peran yang sangat vital dalam mengatasi masalah perubahan iklim. Melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim dapat menciptakan kesadaran yang lebih luas dan tindakan bersama untuk menghadapi tantangan ini. Sekolah, sebagai pusat pendidikan, dapat menjadi agen perubahan yang menghubungkan antara ilmu pengetahuan, sikap, dan tindakan nyata. Kata Danella

(Rabu 25/10/2023)

 

Lebih lanjut mengenai artikel ini tidak hanya dapat memberikan wawasan mendalam tentang implementasi praktik-praktik terbaik dalam manajemen iklim akademik, tetapi juga menggali potensi kolaborasi antara sekolah dan masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika ini, upaya-upaya untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan membangun masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan Ujarnya

 

Lagi menurutnya Manajemen iklim akademik ini  merupakan gabungan dari beberapa kata yang dapat kita ketahui yaitu Manajemen, iklim dan akademik. Kata manajemen yang berarti mengelola atau merencanakan sesuatu sementara manajemen ialah Merencanakan sesuatu yang ingin dikerjakan atau mengerjakan rencana yang telah dirumuskan, dan harus dikerjakan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan juga keinginan. Iklim yang artinya ialah suasana atau keadaan seperti pada kamus besar bahasa Indonesia, kemudian akademik adalah berarti proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas atau dunia persekolahan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa management iklim akademik adalah pengelolaan suasana akademik didalam sekolah untuk mencapai tujuan-tujuan dari sekolah sebagaimana lingkungan belajar yang mendorong perilaku positif dan kepribadian siswa sehingga menciptakan proses pembelajaran  yang optimal tandas nya

 

Hal senada juga datang dari Zuleha wardianingsih selaku satu tim kelompok kerjanya menjelaskan Suasana Akademik

dalam

Iklim akademik menurut (Hadiyanto, 2016) iklim sekolah ialah suasana yang ada karena munculnya hubungan antara kepala sekolah, guru, dan peserta didik yang menjadi ciri khas sekolah yang mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. Sehingga suasana akademik salah satu komponen evaluasi diri yang harus ditingkatkan dan diperbaiki secara sistematis dan berkelanjutan karena guna sebagai salah satu komplemen penjamin mutu.

Dalam menciptakan iklim sekolah yang baik diperlukan budaya sekolah yang baik karena hal ini tidak dapat dipungkiri karena setiap komplemen dalam memanajemen iklim sekolah saling berkaitan satu sama lainnya.

Upaya untuk membangun kultur masyarakat di sekolah perlunya dilakukan dengan pilihan alternatif Kata zuleha

 

seperti beberapa hal di bawah ini.

  1. Manajemen sekolah berbasis motivasi

perlunya motivasi dalam menciptakan etos kerja dan menciptakan daya gerak untuk perubahan. Adanya perubahan yang pada awal mulanya bermuara pada motivasi untuk menciptakan kultur yang baik.

  1. Manajemen Berbasis Komunikasi

kualitas komunikasi menentukan profesionalitas atau mutu sekolah, karena manajemen ini menekankan pada kesadaran akan kultur sekolah yang jernih.

  1. Manajemen berbasis reward and punishment

Dalam memimpin sekolah perlunya penghargaan dan hukuman agar aturan di patuhi. Penempatan seseorang berdasarkan kualitas kerja dan hukuman baku yang mengikat bersifat mutlak dan tidak pandang apapun maupun berdasarkan suka atau tidak suka.

  1. Manajemen sekolah berbasis Jaringan

membangun jaringan dengan pihak eksternal memiliki peranan penting karena hubungan masyarakat terutama orang tua siswa akan merasa dihargai,diterima dan dilibatkan

Tuturnya

 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan Hubungan bisa dikatakan sebagai ikatan. Dalam pembahasan ini, dikaitkan dengan dengan hubungan masyarakat yang merupakan usaha secara sengaja yang direncanakan dan dilakukan dengan tujuan untuk menjalin dan membina antara organisasi dan masyarakatnya. merupakan proses komunikasi yang dilakukan antara sekolah dengan masyarakat dengan tujuan memberi peningkatan pemahaman kepada masyarakat mengenai kebutuhan dan kegiatan pendidikan serta mendorong minat Masyarakat untuk bekerjasama demi meningkatkan dan mengembangkan sekolah. Ujarnya

 

menyampaikan pengertian administrasi hubungan antara sekolah dan Masyarakat adalah sebuah proses dalam kegiatan yang sudah terencana dan diusahakan secara sungguh- sungguh serta terdapat pembinaan yang berkelanjutan demi mendapatkan suatu dukungan dari Masyarakat.

Dari kedua pernyataan di atas hubungan sekolah dengan Masyarakat adalah suatu proses dalam komunikasi dan kegiatan yang melibatkan Masyarakat dengan tujuan agar terciptanya sebuah Kerjasama untuk demi meningkatkan dan mengembangkan sekolah.

Ungkapnya

 

Lukman Nulhakim yang juga satu kelompok kerjanya mengatakan dalam Timbal Balik antara Sekolah dengan Masyarakat

Setiap yang berhubungan pasti memiliki pengaruh terhadap satu sama lain. Tidak terkecuali hubungan antara sekolah dan Masyarakat. Kedua pihak saling mempengaruhi dan dipengaruhi, maksudnya adalah sekolah memberikan pengaruh terhadap Masyarakat begitupun sebaliknya.

selain itu Pengaruh yang didapatkan Masyarakat dari sekolah dilihat dari produk yang dihasilkan sekolah. Kualitas produk sekolah dan luasnya penyebaran produk menjadi faktor yang menentukan seberapa positif pengaruh yang dibawa oleh sekolah kepada Masyarakat. Kata Lukman

 

Misalnya, peserta didik atau lulusan dari satu sekolah memiliki kualitas yang baik, maka pengaruh yang dihasilkan ke Masyarakat positif. Sekolah dapat mempengaruhi masyarakat seperti dalam beberapa hal seperti membuat Masyarakat menjadi cerdas dalam kehidupan dan memberi bekal kepada Masyarakat untuk menghadapi lingkungan kerjanya, membawa perubahan dan pembaruan kepada Masyarakat yang berpengaruh pada perkembangan serta pembangunan untuk Masyarakat.

Pengaruh Masyarakat Terhadap Sekolah

Pada setiap Masyarakat pasti memiliki kebudayaan tersendiri. Hal ini akan mempengaruhi juga terhadap Pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Pengaruh tersebut terlihat dari adanya perbedaan dari tujuan Pendidikan di setiap negara. Contoh lainnya terlihat dari adanya perubahan kurikulum yang menyesuaikan dengan keadaan dan perkembangan Masyarakat.

Tambahnya

 

Lagi menurutnya berkesimpulan berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwasannya iklim sekolah yang baik akan tercipta karena adanya pengelolaan yang baik pula. manajemen iklim akademik yang terencana membuat suasana akademik didalam sekolah menjadi efektif dan efisien dalam mewujudkan tujuan yang ada di sekolah. Selain itu, manajemen iklim akademik juga dimanfaatkan untuk menciptakan keadaan lingkungan belajar yang baik dan mendukung terbentuknya perilaku dan kepribadian positif bagi siswa sehingga terciptanya pembelajaran yang optimal.

Tidak hanya suasana akademik saja namun hubungan antara sekolah dengan masyarakat menjadi usaha secara sengaja yang terencana dan dilakukan dengan tujuan untuk menjalin serta membina antara organisasi dan masyarakat. melalui pengelolaan hubungan internal dan eksternal yang menciptakan adanya timbal balik antara sekolah terhadap masyarakat dan masyarakat terhadap sekolah. Jelasnya. (Aman)

By Aman H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *