TANGERANG, sinargunung.com — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengingatkan kelompok Informasi Masyarakat (KIM) agar segera mengirimkan karya terbaik dalam Lomba KIM Kota Tangerang Tahun 2026.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul batas akhir pengumpulan karya yang tinggal lima hari, yakni Selasa, 20 Oktober 2026.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, meminta seluruh peserta memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik mungkin. Peserta juga diingatkan tidak menunggu hingga mendekati batas akhir untuk mengunggah karya.
“Kami mengajak seluruh Sobat KIM untuk segera mengumpulkan karya-karya terbaiknya,” ujar Mugiya, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, Lomba KIM tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai potensi wilayah.
Melalui karya yang informatif, edukatif, dan inspiratif, KIM diharapkan mampu membantu memperluas penyebaran informasi pembangunan kepada masyarakat.
Mugiya mengatakan, keberadaan KIM memiliki peran penting dalam membangun penyampaian informasi yang positif dan mudah diterima masyarakat.
“Melalui Lomba KIM ini, kami ingin mendorong kolaborasi aktif masyarakat dalam mengemas informasi secara kreatif agar pesan-pesan pembangunan dan edukasi bisa tersampaikan dengan menyenangkan,” katanya.
Ia berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghasilkan konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai informasi dan manfaat bagi masyarakat.
Adapun seluruh karya peserta Lomba KIM Kota Tangerang Tahun 2026 dikumpulkan secara daring melalui kanal resmi yang telah disediakan panitia.
Dengan waktu pengumpulan yang semakin dekat, peserta diimbau segera memastikan kelengkapan berkas dan mengunggah karya sebelum batas akhir pada 20 Oktober 2026.
Lomba tersebut diharapkan dapat memperkuat peran KIM sebagai mitra masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menyebarluaskan informasi pembangunan dan potensi daerah secara kreatif. sumarna

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan