KOTA TANGERANG, sinargunung.com — Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong penguatan wawasan kebangsaan, kerukunan masyarakat, dan ketahanan sosial melalui pembelajaran lintas daerah. Salah satu upaya tersebut dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang melalui kegiatan benchmarking ke Kesbangpol Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan ini bertujuan menggali inovasi program dan strategi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kota Tangerang, mulai dari penguatan nilai-nilai Pancasila hingga pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Kesbangpol Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan bahwa benchmarking menjadi sarana untuk mempelajari praktik program yang telah berjalan di daerah lain. Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan kebijakan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Kampung Pancasila. Program ini mengedepankan kolaborasi antara perangkat daerah dan unsur masyarakat untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila, membangun kebersamaan, serta meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keharmonisan lingkungan.

“Program ini dipelajari sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila, membangun kebersamaan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keharmonisan lingkungan,” ujar Wawan, Rabu (14/10/2026).

Selain Kampung Pancasila, rombongan Kesbangpol Kota Tangerang juga mempelajari program strategis mengenai wawasan kebangsaan, kerukunan umat beragama, serta pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Pembelajaran turut mencakup pemanfaatan hasil survei Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terhadap seluruh rukun warga (RW) di Kota Surabaya. Survei tersebut meliputi indeks kebangsaan, kehidupan beragama, narkoba, hak asasi manusia (HAM), dan kriminalitas.

Menurut Wawan, data hasil survei dapat menjadi salah satu acuan untuk memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih terukur. Informasi tersebut juga diharapkan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan sesuai dengan persoalan di lapangan.

“Hasil survei menjadi salah satu bahan untuk memahami kondisi sosial masyarakat dan mendukung perumusan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol Siswoyo Adi Wijaya, turut mengikuti rangkaian pembelajaran dengan fokus pada pencegahan dan pemberantasan narkotika serta penguatan tata kelola kelembagaan.

BNN Kota Tangerang melakukan kunjungan ke BNN Kabupaten Sidoarjo dan BNN Kabupaten Tulungagung untuk mempelajari strategi pembangunan Zona Integritas, khususnya dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Pembelajaran tersebut mencakup penguatan budaya kerja berintegritas, peningkatan akuntabilitas, pengawasan internal, pengembangan inovasi, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Siswoyo menjelaskan, hasil benchmarking diharapkan dapat menjadi referensi bagi BNN Kota Tangerang dalam memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi. Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan penanganan permasalahan narkotika.

Melalui pertukaran pengalaman dan praktik antarlembaga, Kesbangpol dan BNN Kota Tangerang diharapkan mampu mengembangkan program yang lebih efektif, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. Red