sinargunung.com, Tangerang Kota – Kasus bullying masih menjadi perhatian serius di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dampaknya tidak hanya merusak kondisi psikologis korban, tetapi juga mengganggu perkembangan sosial, rasa percaya diri, hingga menimbulkan trauma jangka panjang. Bentuk perundungan kini semakin beragam, mulai dari verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying melalui handphone dan media digital.
Di Kota Tangerang, pemerintah daerah bersama Polres Metro Tangerang Kota terus memperkuat langkah pencegahan perundungan. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, secara konsisten mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan intimidasi melalui kampanye “Stop Bullying, Stop Perundungan.”
Bullying Masih Jadi Ancaman Serius
Perundungan tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan fisik. Tindakan seperti hinaan, pengucilan, ancaman, hingga tekanan psikologis sering kali tidak terlihat, namun lebih berbahaya. Korban bisa mengalami stres, depresi, penurunan prestasi, bahkan gangguan mental.
Berbagai faktor turut memicu praktik bullying, mulai dari pola asuh keluarga, kurangnya kemampuan mengelola emosi pelaku, hingga budaya mengejek yang masih dianggap lumrah di beberapa lingkungan sekolah.
Langkah Polres Metro Tangerang Kota Mencegah Perundungan
- Kampanye Anti-Bullying
Polres Metro Tangerang Kota aktif menyampaikan pesan “Stop Bullying” ke masyarakat. Kapolres mengimbau seluruh warga untuk menolak segala bentuk perundungan—baik fisik, verbal, maupun digital—serta segera melapor jika melihat kejadian serupa.
- Program Police Goes to School
Melalui kegiatan Polisi Saba Sekolah, jajaran Binmas mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi mengenai bahaya bullying, pentingnya saling menghargai, hingga cara melapor ke Call Center 110 jika menemukan tindakan perundungan.
- Dukungan Sekolah Ramah Anak
Polisi turut mendorong penerapan program Sekolah Ramah Anak di Tangerang. Tujuannya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, sekaligus memberi ruang tumbuh kembang yang positif bagi siswa.
Ajak Semua Pihak Ambil Peran
Kapolres Metro Tangerang Kota menegaskan bahwa upaya menghentikan bullying harus dilakukan bersama. Ia mengajak siswa, orang tua, guru, hingga masyarakat untuk memperkuat budaya saling menghormati dan peduli.
Menurutnya, pesan “Stop Bullying” bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata: berani melapor, melindungi korban, dan membangun lingkungan sekolah yang inklusif serta aman bagi semua anak. red
