sinargunung.com, Jakarta | Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional atau Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya kewaspadaan nasional bagi para kepala daerah di tengah dinamika geopolitik global.
Pemahaman ini krusial agar kepala daerah mampu menyusun kebijakan secara tepat, termasuk memperhatikan Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan kebijakan efisiensi anggaran.
Ace Hasan menyampaikan hal tersebut kepada awak media usai menjadi pembicara pada Retret Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Gelombang II di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Senin 23 Juli 2025.
“Itu dalam rangka bagaimana kita mengantisipasi berbagai potensi-potensi yang bisa saja menimbulkan dampak terhadap ekonomi nasional kita,” ujar Ace.
Ia menjelaskan, materi yang disampaikannya lebih menekankan pada situasi geopolitik global dan dampaknya terhadap ketahanan nasional serta kondisi di daerah. Menurutnya, tidak ada kebijakan, bahkan di daerah sekalipun, yang tidak akan terdampak oleh situasi global.
Ace menyebutkan beberapa dinamika isu global yang perlu diwaspadai kepala daerah, seperti kenaikan tarif resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Sedikit banyak akan memengaruhi terhadap misalnya industri, beberapa industri di kita, terutama misalnya soal industri garmen, industri tekstil, industri kayu, dan lain sebagainya,” terangnya.
Kondisi ini, kata Ace, perlu diantisipasi setiap daerah dengan diversifikasi produk sesuai karakteristik masing-masing, serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih berdaya saing di tengah situasi global.
Dalam kesempatan itu, Ace Hasan juga menyoroti perang antara Iran dan Israel yang saat ini berpotensi menarik keterlibatan beberapa negara lain.
Kondisi ini diperkirakan akan berdampak pada situasi global, salah satunya terhadap harga minyak. Hal ini dipicu oleh ancaman Iran yang akan menutup Selat Hormuz, jalur penting pasokan minyak dunia.
“Karena kita tahu bahwa Selat Hormuz merupakan salah satu di antara lintasan perdagangan rantai pasok global terutama harga minyak dunia, yang saat ini sudah kita ketahui bersama sudah mulai merangkak naik,” ujarnya.
Di tengah situasi global saat ini, ia menekankan pentingnya terus memperkuat kemampuan ekonomi dalam negeri. Dengan kemampuan tersebut, Indonesia diyakini dapat melewati dinamika situasi global dengan baik.
Ace menambahkan, upaya mendorong Indonesia menjadi negara maju pada 2045 menjadi langkah penting, mengingat saat ini Indonesia tengah mengalami bonus demografi yang merupakan modal vital dalam memperkuat ketahanan nasional.
Selain itu, Ace Hasan juga menegaskan pentingnya kepala daerah menjaga kekompakan dan persatuan, termasuk dengan pemerintah pusat.
“Harus menjaga kekompakan, menjaga persatuan, dan memastikan agar semua ada dalam satu kekompakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tandasnya.
Sebagai informasi, Gubernur Lemhannas adalah pembicara pertama setelah Retret Gelombang II dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga terkait lainnya juga dijadwalkan akan menjadi pembicara pada kegiatan tersebut. eki
