KOTA TANGERANG || sinargunung.com – Program Gampang Sembako yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru, laju pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang tercatat naik dari 5,04 persen pada 2024 menjadi 5,20 persen pada 2025. Sejalan dengan capaian tersebut, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menyampaikan bahwa capaian positif tersebut tidak lepas dari pelaksanaan Program Gampang Pangan Murah yang digelar secara merata di 13 kecamatan di Kota Tangerang.
“Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tengah tantangan ekonomi nasional,” ujar Ruta, Kamis (22/1/2026).
Selain mempermudah akses pangan murah, Pemkot Tangerang juga terus memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan program urban farming. Program ini melibatkan 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 39 Kelompok Pemberdayaan Ikan di berbagai wilayah.
Sepanjang 2025, program urban farming tersebut berhasil menghasilkan beragam komoditas pangan, antara lain 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong; 352.717 ekor ikan nila dan lele; 11.147 polybag tanaman obat keluarga (TOGA); serta 45 ekor ternak kambing dan domba.
Di sektor pertanian, Kota Tangerang juga memiliki 11 Kelompok Tani (Poktan) yang terdiri dari tujuh Poktan tanaman pangan dan empat Poktan hortikultura. Tujuh Poktan tanaman pangan mengelola sekitar 98 hektare lahan sawah dan selama 2025 mampu memproduksi sebanyak 846 ton beras.
Sementara itu, Poktan hortikultura mencatat produksi sebesar 4,7 ton cabai besar dan 4,9 ton bawang merah. Ke depan, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program tersebut agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
