sinargunung.com, Jakarta | Mimpi memiliki rumah layak bagi jutaan masyarakat Indonesia kini semakin mendekati kenyataan.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) siap menggelontorkan dana sebesar Rp 130 triliun untuk mendukung penuh Program Tiga Juta Rumah sepanjang tahun 2025.

Langkah strategis ini disambut hangat oleh berbagai pihak, termasuk Komisi V DPR RI yang siap mengawal penyalurannya, kolaborasi konkret untuk ksejahteraan rakyat.

Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, secara tegas menyatakan apresiasinya terhadap komitmen Danantara.

“Kami menyambut positif langkah strategis BPI Danantara yang mengalokasikan Rp130 triliun untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah. Ini adalah bentuk konkret kolaborasi sektor investasi dengan program kerakyatan,” ujar Mori dalam keterangannya, pada Kamis 19 Juni 2025.

Menurut Mori, suntikan dana sebesar Rp 130 triliun ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata dari sinergi antara lembaga investasi dengan program pemerintah yang berpihak pada rakyat.

Dana ini diharapkan dapat menjadi lokomotif penggerak sektor perumahan, sekaligus memberikan akses kepemilikan rumah yang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Skema KUR Perumahan dan Pengawalan DPR
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tengah menyusun skema terbaik agar dana segar tersebut dapat tersalurkan dalam enam bulan ke depan.

Skema pembiayaan akan dilakukan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang disalurkan melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Bank-bank besar seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI) juga telah menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan program ini.

“Komisi V DPR RI akan mengawal agar dana ini benar-benar tersalur tepat sasaran, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan daerah tertinggal,” tegas Mori.

Pengawalan ketat ini penting untuk memastikan setiap rupiah dana Danantara mencapai tangan yang tepat, menghindari penyimpangan, dan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Jembatan Kepemilikan Rumah yang Layak
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, memastikan bahwa pihaknya siap menyalurkan dana tersebut.

Namun, Mori Hanafi juga mengingatkan akan pentingnya skema KUR Perumahan yang tidak membebani masyarakat.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan skema KUR ini tidak menambah beban masyarakat, tapi justru menjadi jembatan kepemilikan rumah yang layak,” katanya.

Legislator Partai NasDem itu berharap adanya sinergi yang kuat antara Kementerian PKP, perbankan penyalur KUR, dan pemerintah daerah. Sinergi ini krusial untuk mengatasi potensi hambatan birokrasi dan memastikan kelancaran penyaluran dana.

Dengan kolaborasi yang solid, Program Tiga Juta Rumah bukan lagi sekadar janji, melainkan sebuah realitas yang mampu mewujudkan impian jutaan keluarga Indonesia untuk memiliki hunian yang layak. eki

By P H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *