TANGERANG SELATAN || sinargunung.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan menyiapkan ratusan bantuan sosial (bansos) bagi warga kurang mampu pada tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Tangsel, Yasir Arafat, mengatakan sebanyak 350 penerima akan mendapatkan bantuan yang tersebar di tujuh kecamatan.
“Untuk tahun ini bantuan diberikan kepada 350 orang di tujuh kecamatan. Rencananya pada bulan puasa ini akan mulai disalurkan di tiga kecamatan terlebih dahulu,” ujar Yasir, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, penerima bantuan merupakan warga yang terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 sampai 5 atau kategori masyarakat berpenghasilan terendah.
Menurutnya, penyaluran bansos tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangsel dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Selain bansos dari pemerintah daerah, bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I dari Kementerian Sosial Republik Indonesia juga telah disalurkan kepada 18.023 keluarga penerima manfaat (KPM) di tujuh kecamatan se-Kota Tangsel.
“Penyaluran bansos tahap pertama sudah dilaksanakan sejak 8 Februari 2026 kepada penerima manfaat yang tersebar di tujuh kecamatan,” kata Yasir.
Ia merinci, bantuan PKH diberikan berdasarkan beberapa komponen, yakni pendidikan (SD, SMP, SMA), kesehatan (balita dan ibu hamil), serta sosial (lanjut usia dan penyandang disabilitas).
Adapun bantuan disalurkan dalam bentuk uang tunai yang ditransfer melalui rekening masing-masing penerima menggunakan kartu ATM bank Himbara, yakni Bank Negara Indonesia.
Berikut sebaran penerima PKH tahap I di tujuh kecamatan di Tangsel:
* Serpong Utara: 1.142 KPM
* Serpong: 2.091 KPM
* Ciputat: 3.307 KPM
* Pondok Aren: 2.722 KPM
* Ciputat Timur: 2.050 KPM
* Setu: 2.285 KPM
* Pamulang: 4.426 KPM
Yasir berharap bantuan yang telah disalurkan dapat meringankan beban pengeluaran keluarga penerima manfaat sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka.
“Semoga bantuan ini dapat membantu memutus rantai kemiskinan antar generasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong masyarakat menjadi lebih produktif,” ujarnya.
